PMI Minahasa Bergerak, 5.000 Liter Air Bersih Disalurkan Antisipasi Dampak El Nino

Terbit:

Minahasa, Lintasutara.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa bergerak cepat mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan krisis air bersih.

Pada 14–15 Agustus 2026, relawan PMI Kabupaten Minahasa melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat.

Sebanyak 5.000 liter air bersih telah disalurkan dan sedikitnya 55 kepala keluarga (KK) mendapatkan layanan air bersih dalam kegiatan tersebut.

Laporan pelaksanaan distribusi disampaikan langsung oleh relawan PMI Kabupaten Minahasa, Ivan Wakary dan Alan Watulingas, sebagai bagian dari pemantauan dan respons kemanusiaan di lapangan.

Baca Juga:

Sekretaris PMI Provinsi Sulawesi Utara, Gelendy Lumingkewas, S.H., M.H., mengatakan PMI Sulawesi Utara terus memperkuat koordinasi dengan jajaran PMI kabupaten dan kota guna mengantisipasi dampak El Nino.

“Puncak El Nino diperkirakan pada September 2026. Karena itu, PMI terus bergerak menyosialisasikan pentingnya mengantisipasi dampaknya, menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijaksana dan menyiapkan tempat-tempat penampungan air bersih,” ujarnya kepada media ini.

Menurutnya, langkah antisipasi tidak hanya dilakukan ketika krisis air telah terjadi. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar penggunaan air dapat dilakukan secara hemat dan kebutuhan air bersih tetap tersedia saat kondisi semakin kering.

Di bawah komando Ketua PMI Provinsi Sulawesi Utara, Kolonel (CKM) dr. Freddrik P. Demassabu, PMI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Koordinasi turut dilakukan bersama BPBD Provinsi Sulawesi Utara sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino.

Dari sisi dukungan operasional, PMI Provinsi Sulawesi Utara saat ini memiliki dua unit mobil tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Satu unit dioperasikan oleh PMI Kabupaten Minahasa, sementara satu unit lainnya berada di wilayah Kota Manado.

Selain itu, PMI juga memiliki dua unit mobil pikap Grand Max yang dipersiapkan untuk mendukung operasional kemanusiaan di daerah.

Saat ini, terdapat dua PMI kabupaten yang telah bergerak mendistribusikan air bersih, yakni PMI Kabupaten Minahasa dan PMI Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

PMI Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PMI Kabupaten Minahasa dan PMI Boltim serta para relawan yang telah turun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada pengurus dan seluruh relawan yang sudah bekerja dan terus berjuang untuk kemanusiaan. Mari jaga diri, jaga lingkungan dan gunakan air dengan bijak,” demikian pesan PMI Sulawesi Utara.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

ICCN Sulut Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sangihe

Sangihe

Tawar-Menawar Harga ‘Buntu’, Lelang Sarang Walet Gua Kalama Dinyatakan Gagal

Sangihe

Bupati Sangihe Lantik 97 Pj Kapitalaung, Ini Daftarnya

Sangihe

Peluang dan Tantangan Menjadi Kepala Daerah di Kabupaten Kepulauan Sangihe: Pilkada...

Suara Redaksi

Sosok Marvein Hontong, Politisi Muda di Kursi Panas DPRD

Suara Redaksi

Terkini