Sangihe, Lintasutara.com – Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai menyiapkan Kurikulum Muatan Lokal untuk jenjang PAUD, SD dan SMP. Langkah ini diarahkan untuk membawa kekayaan budaya, bahasa, sejarah serta kearifan lokal Sangihe lebih dekat ke ruang kelas.
Tahap awal penyusunan ditandai dengan rapat Tim Penyusun Kurikulum Muatan Lokal yang digelar untuk menyamakan persepsi, pemahaman dan langkah kerja seluruh anggota tim, Kamis (24/9/2026).
Penyusunan kurikulum tersebut melibatkan berbagai unsur pendidikan dan kebudayaan. Di antaranya tokoh budaya Kabupaten Kepulauan Sangihe, Koordinator Pengawas (Korwas), Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, para pengawas sekolah, serta Kepala Bidang PAUD, SD, SMP, Kebudayaan dan Pembinaan Ketenagaan (GTK).
Turut terlibat para Kepala Seksi Kurikulum pada jenjang PAUD, SD dan SMP.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi aspek pembelajaran, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan identitas dan kehidupan masyarakat Sangihe.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jew Wuaten Sembah Adriaan, mengatakan penyusunan Kurikulum Muatan Lokal merupakan langkah untuk memperkuat mutu pendidikan dengan menjadikan kekayaan daerah sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Menurut Adriaan, kurikulum yang disusun akan berakar pada nilai-nilai budaya, bahasa, sejarah, kearifan lokal dan karakter masyarakat Kepulauan Sangihe.
“Program ini merupakan upaya bersama untuk memperkuat mutu pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kurikulum Muatan Lokal diharapkan dapat menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang relevan dengan potensi dan identitas daerah,” kata Adriaan.
Ia menambahkan, proses penyusunan dilakukan dengan melibatkan unsur yang memiliki kompetensi dan pemahaman terhadap pendidikan serta kebudayaan daerah.
Dengan demikian, muatan lokal diharapkan tidak berhenti sebagai materi tambahan, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran yang mampu memperkenalkan dan menanamkan pemahaman peserta didik terhadap daerahnya sendiri.
Budaya Sangihe, bahasa daerah, sejarah serta kearifan lokal akan menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses penyusunan tersebut.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya agar generasi muda Sangihe tetap mengenal akar budaya dan identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
Rapat awal Tim Penyusun menjadi titik awal menuju lahirnya Kurikulum Muatan Lokal Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diharapkan berkualitas, kontekstual dan dapat diterapkan secara efektif pada satuan pendidikan.
Penyusunan kurikulum tersebut juga diarahkan tetap selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan visi pembangunan pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pada akhirnya, ruang kelas diharapkan bukan hanya menjadi tempat peserta didik mempelajari pengetahuan umum, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal, memahami dan menjaga identitas daerahnya sendiri.
