Manado, Lintasutara.com — Dampak El Nino semakin terasa di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Memasuki pertengahan Agustus 2026, permintaan distribusi air bersih kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara terus meningkat.
Hingga 21 Agustus 2026, tercatat sedikitnya empat permintaan distribusi air bersih yang diterima PMI Sulut. Tiga titik berada di Kota Manado dan satu titik di Kabupaten Minahasa Utara.
Ketua Pengurus PMI Provinsi Sulawesi Utara, Kolonel CKM (Purn) dr. Fredrik P. Demassabu, melalui Sekretaris PMI Provinsi Sulawesi Utara, Gelendy M. Lumingkewas, S.H., M.H., mengatakan PMI telah berkoordinasi dengan jajaran PMI kabupaten/kota untuk merespons dampak kekeringan.
Sejumlah PMI daerah yang telah bergerak dalam penanganan dampak El Nino yakni PMI Kabupaten Minahasa, PMI Kabupaten Minahasa Utara, PMI Kota Manado dan PMI Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
“PMI Provinsi sudah berkoordinasi dengan PMI Kabupaten/Kota,” kata Gelendy.
Dalam sepekan terakhir, total distribusi air bersih yang dilakukan PMI Sulawesi Utara disebut telah mencapai kurang lebih 50 ribu liter air bersih.
Pergerakan PMI juga terus dilakukan di lapangan. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, PMI telah mendistribusikan sekitar 10.000 liter air bersih. Sementara pada Jumat, 21 Agustus 2026, sebanyak 5.000 liter kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, PMI Provinsi Sulawesi Utara saat ini memiliki dua unit mobil truk tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter serta dua unit mobil pikap Grand Max.
PMI menegaskan akan terus membantu pemerintah dalam menghadapi dampak El Nino, termasuk memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara maupun BPBD kabupaten/kota.
“PMI akan terus berusaha membantu Pemerintah dalam penanganan dampak El Nino. PMI akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan BPBD Kab/Kota,” demikian disampaikan PMI Sulut.
PMI Sulawesi Utara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung respons kekeringan, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Manado.
Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih, PMI mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan.
PMI terus bergerak. Di tengah ancaman kekeringan, setiap tetes air menjadi bagian penting dari upaya menjaga kehidupan masyarakat.
