Mata Bengkak dan Barang Diambil, Pemuda Singkil Laporkan Penganiayaan di MBW

Terbit:

Manado, Lintasutara.com – Eyvert Tumuahy (19) warga kelurahan Singkil Dua, kecamatan Singkil Kota Manado mengaku jadi korban penganiayaan.

Hal ini ia sampaikan saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, Rabu (1/7/2026), dengan nomor laporan LP/B/1362/VII/2026/SPKT/POLRESTA MANADO/POLDA SULAWESI UTARA.

Dalam keterangannya, Eyvert mengaku mendapatkan tindakan kekerasan di kawasan Malalayang Beach Walk, saat sedang mengambil gambar bersama seorang temannya, kurang lebih pukul 01.00 WITA.

“Tiba-tiba ada beberapa orang datang menggunakan sepeda motor dan bertanya dengan nada menantang,” jelasnya

Baca Juga:

Awalnya, menurut Eyvert kelompok yang ia maksudkan langsung pergi setelah menggertak, namun tak lama setelahnya datang lagi. Bahkan salah satu dari kelompok tersebut kembali menggertak.

“Sempat temannya lerai, tapi tiba-tiba ada yang langsung memukul saya tanpa alasan jelas,” lanjut Eyvert sembari mengaku tidak melakukan perlawanan dalam kejadian tersebut, meski terjadi pembengkakan pada bagian matanya.

Penganiayaan
Laporan Polisi Eyvert Tumuahi di Polresta Manado, atas Dugaan Tindak Penganiayaan yang Menimpa Dirinya di Malalayang Beach Walk (Doc : Ist)

“Saya kaget karena tidak ada masalah sebelumnya dengan mereka. Tiba-tiba saya dipukul sampai mata saya bengkak,” ungkapnya.

Tak selesai pada penyerangan fisik, Eyvert mengaku kehilangan sejumlah barang seperti topi, rokok dan uang tunai.

“Setelah memukul saya, mereka mengambil topi, rokok dan uang yang ada di motor saya lalu pergi meninggalkan lokasi,” aku Eyvert.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Hingga laporan dibuat, identitas terduga pelaku masih dalam lidik aparat kepolisian.

Cerita tindak kekerasan termasuk penganiayaan di tempat-tempat publik, tak bisa disangkal masih menjadi ruang diskusi hangat bagi masyarakat Sulut belakangan ini.

Aparat keamanan pun diharapkan bisa terus berinovasi, menjaga keamanan wilayah sekaligus menjaga wajah kota Manado dari pandangan sebagai kota kriminal.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Di Balik “Goodness of God”, Rukmaya Arbaan Menemukan Panggung Kemenangannya

Sangihe

Rukmaya Arbaan Juara Senggighilang Idol 2026, ‘Taklukkan’ 18 Finalis Lewat Penampilan...

Sangihe

ICCN Sulut Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sangihe

Sangihe

Sosok Marvein Hontong, Politisi Muda di Kursi Panas DPRD

Suara Redaksi

Dari Dinding Museum Ulu, Christiani Alfa Mumu Menapaki Panggung Nasional Panjat...

Olahraga

Terkini