Sangihe, Lintasutara.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat melakukan kaji cepat (rapid assessment) di dua kecamatan yang terdampak banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, yakni Kecamatan Tamako dan Kecamatan Tabukan Selatan.
Tim BPBD diterjunkan ke lokasi untuk mendata dampak bencana secara menyeluruh, mulai dari kondisi permukiman warga, kerusakan infrastruktur, hingga kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak. Pendataan ini menjadi langkah awal dalam menentukan skala prioritas penanganan darurat.
Di saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar rapat percepatan penanganan darurat bencana di Kecamatan Tamako. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah, Johanis Pilat bersama Kepala Pelaksana BPBD Wandu Labesi, serta dihadiri unsur terkait guna menyusun langkah-langkah strategis dalam merespons dampak banjir dan longsor.
Dalam rapat tersebut dibahas penguatan koordinasi lintas instansi, percepatan penanganan di lokasi terdampak, serta penetapan prioritas bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, mengatakan kaji cepat menjadi tahapan penting dalam penanganan bencana karena hasilnya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Kaji cepat ini kami lakukan untuk memperoleh data awal yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Data tersebut menjadi acuan dalam menetapkan langkah penanganan darurat, penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut sesuai kondisi di lapangan,” ujar Labesi.
Selain melakukan pendataan, petugas BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait agar penanganan bencana dapat berjalan cepat, terpadu, dan efektif.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu banjir maupun tanah longsor, terutama bagi warga yang bermukim di daerah aliran sungai dan kawasan lereng.
“Kami mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca dan segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau BPBD apabila terjadi kondisi yang membahayakan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan seluruh upaya penanganan bencana dilakukan secara maksimal hingga kondisi kembali aman dan terkendali.
