Sangihe, Lintasutara.com – Perjalanan SMA Negeri (SMAN) 1 Tahuna menuju dies natalies ke- 69, diwarnai beragam kegiatan kreatif.
Salah satunya, lomba baca puisi antar kelas di halaman sekolah, Rabu (26/8/2026) diikuti 14 peserta.
Bukan sekadar ‘ajang-ajangan’, Rivaldo Tamarariha, guru SMAN 1 Tahuna mengaku event antar kelas ini dipersiapkan menjadi wadah adu kualitas sejumlah pembaca puisi muda.
“Kami melihat ada banyak minat Siswa-Siswi pada cabang seni ini dan bahkan memiliki kualitas. Kami bersyukur, persaingan mereka di atas panggung tadi juga begitu baik,” ujar Sekretaris Sanggar Seni Seriwang Sangihe ini.
SMAN 1 Tahuna, beberapa tahun belakangan harus diakui memang menjadi ‘pabrik’ pembaca puisi muda yang mewakili Sangihe ke tingkat Provinsi, lewat gelaran FLS3N.
Persiapan dan pelatihan panjang menjadi kunci suksesnya SMAN 1 Tahuna, ‘merajai’ ajang-ajang kesenian di Tampungang Lawo.
Rivaldo pun tak menampik, ajang antar kelas kali inipun menjadi wadah seleksi sekaligus persiapan menghadapi agenda-agenda kedepan.
“Dari panggung tadi, kami bisa melihat pembaca-pembaca potensial. Jadi sudah ada barometer, semisal untuk FLS3N tahun depan, tinggal bagaimana mereka mempertahankan prestasi lewat latihan-latihan kedepan,” bebernya.
Meski demikian, ia juga berharap ajang-ajang kesenian bisa lebih hidup di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Menurut dia, event-event dengan skop lebih luas bisa membentuk mental bertanding para seniman muda.
“Untuk persaingan di internal Sekolah, tentu belum seberapa. Jika bisa lebih luas; menghadapi teman-teman sejawat yang belum mereka kenal, pembentukan mental para pelajar bisa lebih terasah. Pengalaman Itu akan menjadi modal berharga,” pungkasnya.
Selain lomba baca puisi, guna memeriahkan Dies Natalies ke-69, SMAN 1 Tahuna turut menyelenggarakan sejumlah kegiatan internal lain, seperti menyanyi solo, duet walikelas & perwalian, kebersihan kelas, hingga volleyball antar kelas. Tak hanya itu, turut teragendakan lomba futsal antar sekolah.
