Sangihe, Lintasutara.com – Aktivitas gempa susulan pascagempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada 8 Juni 2026, masih terus berlangsung hingga Kamis (11/6/2026) siang. Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sebanyak 269 gempa susulan (aftershock) terjadi hingga pukul 12.00 WIB.
Dari ratusan gempa susulan tersebut, BMKG mencatat magnitudo terbesar mencapai M6,7, sementara gempa terkecil berkekuatan M2,8. Sebanyak 25 gempa memiliki magnitudo di atas 5,0, dan hanya tiga kejadian gempa yang dirasakan masyarakat.
Peta sebaran gempa susulan menunjukkan aktivitas kegempaan masih terkonsentrasi di sekitar sumber gempa utama, yakni di wilayah perairan antara Filipina Selatan dan Kepulauan Sangihe. Sebagian besar gempa yang terjadi tergolong dangkal hingga menengah, sesuai karakteristik zona subduksi aktif yang menjadi penyebab gempa utama M7,7 tersebut.
Berdasarkan grafik aktivitas gempa per 12 jam, jumlah kejadian gempa susulan menunjukkan tren penurunan sejak hari pertama. Pada periode 8 Juni 2026, BMKG mencatat 75 kejadian gempa susulan dalam 12 jam pertama setelah gempa utama. Angka tersebut kemudian berangsur turun menjadi 48 kejadian, 43 kejadian, 39 kejadian, 29 kejadian, hingga 24 kejadian pada 10 Juni.
Sementara hingga pukul 12.00 WIB, Kamis (11/6/2026), hanya tercatat 11 kejadian gempa susulan dalam periode 12 jam terakhir. Penurunan frekuensi ini menjadi indikasi bahwa energi pascagempa utama mulai berkurang, meski aktivitas kegempaan masih terus dipantau secara intensif oleh BMKG.
Gempa utama M7,7 yang terjadi pada Senin (8/6/2026) dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik (thrust fault). Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebelum akhirnya dinyatakan berakhir oleh BMKG pada hari yang sama.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kepulauan Sangihe dan daerah pesisir Sulawesi Utara, agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu, meskipun dengan kecenderungan kekuatan yang semakin melemah.
