Sangihe, Lintasutara.com – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari turun langsung ke lokasi bencana banjir dan tanah longsor di kampung Binala dan Lelipang, kecamatan Tamako, Jumat (24/7/2026).
Hadir bersama Ketua TP-PKK Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus, Wakil Ketua TP-PKK Sangihe Agnes Bulahari Walukouw dan sejumlah jajaran Pemda Sangihe, Bupati menyerahkan sejumlah bantuan, baik pangan, kasur, tikar, selimut, family kit hingga makanan anak.
Thungari menyebutkan, bantuan tersebut sifatnya sementara, untuk meringankan kebutuhan mendasar masyarakat, dengan prioritas mereka yang rumahnya rusak berat, sedang hingga ringan.
Pilihan untuk memprioritaskan masyarakat dengan rumah rusak menurut Thungari, harus dipahami bersama karena adanya beban ekstra antara memikirkan tempat tinggal dan kebutuhan makan sehari-hari.
“Sekurang-kurangnya, mereka tidak lagi memikirkan masalah perut sudah aman, dengan adanya bantuan sementara, setidak-tidaknya untuk satu minggu kedepan,” jelas Thungari.
Menurut Bupati, Pemda Sangihe saat ini tengah mendata kerusakan rumah warga, sebagai acuan pemberian bantuan pembangunan dan atau rehabilitasi rumah.
“Tentu bantuannya tidak bisa membangun 100% kembali serupa milik Bapak-Ibu dulu. Tetapi kami berharap boleh bikin meskipun darurat, Bapak/Ibu boleh tinggal ke depan dengan bantuan tersebut,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Thungari juga meminta Kapitalaung untuk dapat memanfaatkan dana desa nantinya untuk mempercepat proses pemulihan di kampung.
“Jangan dulu agendakan pembangunan hal lain. Normalkan dulu kehidupan masyarakat, apalagi rumah-rumah yang rusak,” pesannya.
Hal ini bisa terlaksana ujar Thungari, karena dana desa notabene merupakan hasil musyawarah masyarakat. “Jadi ketika cair, kembali musyawarahkan dan bikin perubahannya untuk menangani bencana. Tidak ada masalah untuk itu,” pungkasnya
