Sangihe, Lintasutara.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 8 Juni 2026.
Bantuan yang disalurkan berupa 192 paket bahan pokok yang terdiri dari beras, telur, gula pasir, minyak goreng, air mineral, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk didistribusikan kepada warga terdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Matutuang, Kampung Kawio, Kampung Marore, serta kampung-kampung lain yang terdampak langsung bencana gempa. Rabu (10/6/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana. Selain berupaya mempercepat penormalan sistem kelistrikan, PLN juga hadir memberikan dukungan sosial guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata rasa sepenanggungan dan kepedulian insan PLN terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Setiap insan PLN memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat dan bencana. Kehadiran PLN tidak hanya memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga berupaya merajut kembali asa yang terdampak akibat gempa bumi melalui semangat kepedulian, gotong royong, dan rasa sepenanggungan,” ujarnya.
Menurut Dimas, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan warga di wilayah terdampak.
Dalam pelaksanaannya, PLN UP3 Tahuna berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui BPBD guna memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu C.C. Labesi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat PLN dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN UP3 Tahuna atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan,” kata Wandu.
Ia menambahkan, kehadiran PLN tidak hanya terlihat melalui upaya pemulihan sistem kelistrikan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat dan pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana.
Melalui kegiatan tersebut, PLN UP3 Tahuna kembali menegaskan komitmennya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kelistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir bersama masyarakat dalam berbagai situasi, khususnya saat terjadi bencana.
Semangat kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong yang ditunjukkan PLN diharapkan dapat memperkuat proses pemulihan masyarakat Kepulauan Sangihe pascagempa serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut membantu warga yang membutuhkan.
