Bantuan Korban Gempa di Kecamatan Marore Mulai Diantar, Kemenhub RI Gratiskan Pengiriman

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Gempa bumi Magnitudo 7,7 pada tanggal 8 Juni belum lama ini memberi dampak kerusakan cukup besar di kecamatan Marore.

Berbagai bantuan pun mulai diantarkan, bersamaan keberangkatan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Forkopimda, ke kecamatan perbatasan utara Indonesia – Filipina ini.

Gempa
Tim BPBD Sangihe Mulai Mengangkut Bantuan Korban Gempa di Kecamatan Marore ke KM Sabuk Nusantara 95 (Foto : Gerald Kobis)

Keberangkatan rombongan Pemerintah Daerah serta bantuan ke kecamatan Marore, dipimpin langsung Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari menggunakan KM. Sabuk Nusantara 95, Rabu (10/6/2026).

Kapal milik PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) ini, memfasilitasi pengangkutan barang bantuan dan tiket gratis untuk satu kali pelayaran dengan pembebasan biaya hingga 100 persen.

Baca Juga:
Pengamanan Logistik Bantuan Korban Gempa di Kecamatan Marore Sebelum Keberangkatan Kapal (Foto : Gerald Kobis)

“Ini menjadi wujud dukungan penuh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut terhadap upaya penanganan bencana gempa bumi di Kecamatan Marore,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPP Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen.

Bantuan ini sebut Meifrid, sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mempercepat penyaluran bantuan kepada warga terdampak gempa di Kecamatan Marore, dengan menugaskan UPP kelas II Tahuna bersama PELNI agar langsung menyediakan layanan dimaksud.

Item Bantuan Pangan Korban Gempa di Kecamatan Marore, di Atas KM. Sabuk Nusantara 95 (Foto : Gerald Kobis)

Ia pun mengapresiasi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Perhubungan RI atas perhatian kepada masyarakat Sangihe, khususnya di kecamatan Marore yang tengah terdampak bencana.

“Bantuan layanan transportasi gratis ini sangat membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat penyaluran kebutuhan bagi para korban gempa,” ucapnya, di sela-sela proses pengangkutan barang bantuan ke kapal.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Forkopimda Mulai Memenuhi KM. Sabuk Nusantara 95 Sebelum Diberangkatkan Menuju Kecamatan Marore (Foto : Gerald Kobis)

Bagi Meifrid, kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, UPP Kelas II Tahuna, PT PELNI, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi wujud kehadiran negara bagi masyarakat perbatasan, apalagi dalam situasi pasca bencana.

“Marore merupakan wilayah terluar dan perbatasan negara yang memiliki tantangan tersendiri dalam akses transportasi. Karena itu, dukungan dari Kementerian Perhubungan ini sangat berarti,” pungkasnya, sembari berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Pasca Magnitudo 7,7, Sangihe Diguncang 130 Kali Gempa Susulan

Sangihe

Menakar Keadilan dari Ketukan Palu Maut Pertama di PN Tahuna

Suara Redaksi

Masa Jabatan 99 Kapitalaung Berakhir Agustus, Ini Langkah Dinas PMDD Sangihe

Sangihe

Pemkab Sangihe Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Pasca Gempa

Sangihe

Ini Daftar Warga Kawio yang Rumahnya Rusak

Sangihe

Terkini