4 Tokoh Muda Asal Sulut Masuk Jajaran DPP PIKI

Terbit:

Lintasutara.com – Empat tokoh muda asal Sulawesi Utara (Sulut) dipercaya masuk dalam jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) periode 2026-2031 yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Pelantikan kepengurusan baru DPP PIKI berlangsung di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2026).

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Bakom Pemerintah Muhammad Qodari, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Manuputty, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Dalam susunan kepengurusan DPP PIKI yang diisi berbagai tokoh nasional lintas profesi, kehadiran empat figur muda asal Sulut menjadi perhatian.

Baca Juga:

Empat tokoh muda Sulut tersebut, yakni Greysia Polii, Harsen Roy Tampomuri, Jackson A.W. Kumaat, dan Jolene Marie-Cholock Rotinsulu.

Greysia Polii dipercaya mengemban jabatan Wakil Ketua Umum DPP PIKI. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut dikenal sebagai salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang kini aktif dalam pengembangan olahraga nasional melalui Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Sementara itu, akademisi dan pengamat geopolitik Harsen Roy Tampomuri kembali dipercaya menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP PIKI untuk periode kedua.

Harsen dikenal memiliki pengalaman di tingkat nasional maupun internasional, termasuk sebagai pembicara dalam berbagai forum global serta pernah bertugas sebagai Tenaga Ahli MPR RI dan Kantor Staf Presiden.

Posisi Wakil Sekretaris Jenderal juga diemban Jackson A.W. Kumaat. Tokoh pemuda asal Sulut itu memiliki rekam jejak panjang di organisasi kepemudaan, termasuk sebagai Ketua DPD KNPI Sulut dua periode dan kini menjabat Sekretaris Jenderal DPP KNPI.

Adapun Jolene Marie-Cholock Rotinsulu dipercaya menangani bidang strategis yang berkaitan dengan kajian isu-isu global.

Puteri Indonesia Lingkungan 2019 tersebut dikenal aktif dalam berbagai forum internasional, khususnya terkait isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Maruarar Sirait: Organisasi Harus Berdampak Nyata

Dalam arahannya, Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait menegaskan fokus pada internal organisasi melalui mekanisme evaluasi yang lebih terukur bagi kepengurusan di tingkat nasional dan daerah.

Menurutnya, fokus organisasi bukan lagi pada banyaknya jumlah pengurus atau frekuensi rapat yang digelar, melainkan pada kualitas kepemimpinan, keberlangsungan program, serta menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Organisasi intelektual harus dibangun oleh orang-orang yang punya kapasitas dan integritas. Yang kita lihat adalah kekuatan dan kontribusinya. Yang dibutuhkan bukan organisasi yang sekadar ada, tetapi organisasi yang memberi dampak,” kata Maruarar.

Refleksi Sejarah dan Arah Strategis Organisasi Pasca Pelantikan

Usai pelantikan, DPP PIKI langsung menggelar sejumlah pertemuan konsolidasi untuk menyusun arah strategis organisasi lima tahun ke depan. Rapat pengurus pun digelar pada 8 Juni 2026.

Usai rapat, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PIKI Harsen Roy Tampomuri mengatakan PIKI memiliki sejarah panjang sebagai wadah para intelektual Kristen yang turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa sejak didirikan pada 19 Desember 1963.

Menurut Harsen, kepengurusan baru berkomitmen membawa PIKI menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam diskusi dan pengembangan gagasan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Sebagai bagian dari intelektual muda, kami ingin memastikan bahwa pemikiran-pemikiran strategis di PIKI tidak menjadi menara gading. Komitmen kami jelas, mengonversi ide intelektual menjadi aksi nyata yang menyentuh masyarakat,” ujar Harsen.

Lebih lanjut, Harsen menegaskan bahwa PIKI harus mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah, yang mampu menjembatani gagasan strategis dengan kebutuhan pembangunan bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.

PIKI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional, sekaligus aktif menyuarakan pesan perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global,” ujarnya.

DPP PIKI 2026-2031 Diperkuat Tokoh Nasional

Kepengurusan DPP PIKI periode ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara kaum muda, akademisi, profesional, pengusaha dan pejabat negara.

Pada periode 2026-2031, Maruarar Sirait didampingi Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal.

Selain Greysia Polii, jajaran Wakil Ketua Umum juga diperkuat sejumlah tokoh nasional, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benny Octavianus, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Audy Wuisang, Tony Wenas, serta Abetnego Tarigan.

Masuknya empat tokoh muda asal Sulut ke dalam struktur kepengurusan DPP PIKI dinilai menjadi bukti semakin besarnya peran generasi muda Kawanua di tingkat nasional.

Mereka diharapkan dapat berkontribusi melalui gagasan dan kerja nyata dalam mendukung pembangunan Indonesia di berbagai sektor. (***)

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Pasca Magnitudo 7,7, Sangihe Diguncang 130 Kali Gempa Susulan

Sangihe

Masa Jabatan 99 Kapitalaung Berakhir Agustus, Ini Langkah Dinas PMDD Sangihe

Sangihe

Hadiri Kawin Massal di Mohong Sawang, Bupati Sangihe Ingatkan Pentingnya Legalitas...

Sangihe

Pemkab Sangihe Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Pasca Gempa

Sangihe

Hadiri Groundbreaking Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna, Thungari Pesan Jaga Kualitas

Sangihe

Terkini