Jakarta- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan mengingatkan pentingnya menjaga nilai integritas dalam menjalankan profesi penilai saat menghadiri halalbihalal Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah di Jakarta, Rabu.
“Idulfitri mengingatkan ada fondasi yang harus kita bangun, yaitu kejujuran hati dan kebersihan niat kita. Terlebih bagi profesi penilai, tentunya setiap nilai yang ditetapkan, setiap angka yang ditulis, akan membawa konsekuensi bagi banyak pihak,” ujar Wamen ATR/Waka BPN.
Ia menuturkan, profesi penilai merupakan profesi yang sangat intelektual. Namun demikian, dalam praktiknya setiap keputusan yang diambil tidak sepenuhnya terlepas dari dimensi etika maupun moral.
“Di sinilah pentingnya kami menyampaikan dan mengingatkan kepada kita semua untuk menghadirkan hati dalam setiap keputusan yang kita buat,” katanya.
Berpengaruh Pada Kebijakan Sektor Pemerintah
Kegiatan halalbihalal yang mengusung tema “Menapaki Jejak Baru, Mengukir Berkah dalam Harmoni” tersebut dihadiri ratusan peserta, termasuk anggota MAPPI.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional MAPPI Budi Prasodjo berharap organisasi profesi tersebut dapat terus berperan di berbagai sektor, mulai dari asuransi, kebijakan publik, hingga perbankan, sehingga menunjukkan semakin luasnya ruang lingkup dan kontribusi profesi penilai bagi bangsa Indonesia.
“Namun, yang utama adalah bagaimana profesi penilai ini berpengaruh kepada kebijakan sektor pemerintah, bagaimana kita membantu pemerintah di dalam pembebasan tanah bagi kepentingan infrastruktur itu merupakan sumbangsih sektor profesi penilai di dalam pemerintah memberikan kebijakan kepada masyarakat luas dan khususnya bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional,” ujar Budi Prasodjo.
Dalam kesempatan itu, Wamen ATR/Waka BPN didampingi Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin serta Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Yuliana beserta jajaran.
