Grand Final Ungke Momo Sangihe 2026 ‘Panen’ Kritik dan Hujatan di Medsos

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com — Malam Grand Final Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe 2026 yang digelar Jumat (21/8/2026) menuai sorotan tajam dari netizen di media sosial.

Ajang yang diharapkan menjadi panggung bagi generasi muda Sangihe untuk menunjukkan kemampuan, wawasan, kepribadian dan potensi diri, justru diwarnai polemik setelah terjadi kesalahan pengumuman tiga besar oleh pembawa acara (MC).

Kesalahan tersebut sontak memantik reaksi warganet. Sejumlah netizen menilai insiden itu bukan persoalan sepele karena terjadi pada tahapan penting yang menyangkut hasil kompetisi dan perjuangan para finalis.

Salah satu komentar datang dari akun Cherly Mandagi yang menuliskan kritik cukup keras.

Baca Juga:

“Melihat seperti ini tidak perlu ada tes, seleksi atau apalah, langsung tunjuk saja sesuai keinginan MC dan panitia dari pada mengecewakan peserta.”

Komentar tersebut menggambarkan kekecewaan terhadap proses pengumuman yang dinilai dapat menimbulkan pertanyaan di tengah peserta maupun masyarakat yang menyaksikan jalannya Grand Final.

Komentar lain juga menyoroti profesionalitas pembawa acara.

“MC tidak profesional, merusak mental,” tulis salah satu akun netizen.

Sorotan warganet tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan di media sosial. Sebagian mempertanyakan bagaimana kesalahan pengumuman bisa terjadi pada malam puncak, sementara proses seleksi dan penjurian telah melewati sejumlah tahapan.

Padahal, Ungke dan Momo Sangihe 2026 diikuti 19 finalis yang sebelumnya menjalani berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari seleksi, pembekalan, wawancara, malam bakat hingga penampilan busana daerah.

Ajang ini juga diharapkan tidak sekadar menghasilkan pemenang, tetapi melahirkan generasi muda yang mampu menjadi representasi Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya daerah.

Karena itu, polemik pada malam Grand Final menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara.

Kesalahan pengumuman memang dapat terjadi dalam sebuah acara. Namun, ketika menyangkut kompetisi dan hasil penilaian, publik tentu berharap adanya ketelitian, profesionalitas dan mekanisme verifikasi sebelum hasil diumumkan di hadapan peserta dan masyarakat.

Di tengah derasnya kritik netizen, kini publik menunggu klarifikasi resmi panitia terkait kronologi kesalahan pengumuman tiga besar serta bagaimana mekanisme penetapan hasil akhir Ungke dan Momo Sangihe 2026.

Sebab, bagi para finalis, malam Grand Final bukan sekadar pertunjukan. Ada proses panjang, perjuangan, harapan dan mental yang dipertaruhkan untuk berdiri di atas panggung tersebut.

Mahkota boleh menjadi tujuan akhir. Tetapi proses yang adil dan profesional adalah kehormatan yang seharusnya dijaga sejak awal hingga pengumuman pemenang.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Glorya Eriva Stefany Lomban, Gadis Sangihe yang Dipercaya Membawa Baki Sang...

Sangihe

Kukuhkan 30 Paskibraka, Bupati Sangihe Tekankan Disiplin dan Nilai Perjuangan

Sangihe

Bupati Sangihe Lantik 97 Pj Kapitalaung, Ini Daftarnya

Sangihe

Peneguhan 110 Pelsus GMIST Efrata Tahuna, Khadim Ajak Belajar Kesetiaan dari...

Sangihe

PMI Minahasa Bergerak, 5.000 Liter Air Bersih Disalurkan Antisipasi Dampak El...

Manado

Terkini