Bermain Bersama di Tenda Pengungsian, Thungari – Bulahari Hibur Anak-Anak Kawio

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Bencana gempa bumi Magnitudo 7,7 pada Senin (8/6/2026) menyisakan dampak psikologis bagi masyarakat, tak terlepas bagi anak-anak di Pulau Kawio, Kecamatan Marore.

Bagaimana tidak, getaran bumi nan kuat, rumah-rumah rusak dan rasa panik, sudah barang tentu menjadi pengalaman tak biasa bagi mereka.

Tiba di Pulau Kawio, Kamis (11/6/2026), Pemerintah Daerah Kepulauan Sangihe langsung mengagendakan trauma healing ringan lewat metode ice breaking.

Beragam permainan dilaksanakan di tenda pengungsian, guna membangun kedekatan sekaligus mengalihkan rasa trauma anak-anak menjadi gelak tawa dan senyuman kebahagiaan.

Baca Juga:

Tak ingin melewatkan momentum tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari dan Wakil Bupati, Tendris Bulahari serta Forkopimda pun turut aktif terlibat dalam beberapa permainan untuk mengobati psikologis anak-anak Kawio.

Menurut Thungari, selain pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan mental dan trauma masyarakat terlebih anak-anak juga menjadi perhatian penting agar warga dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman dan optimisme.

“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah selalu hadir bersama rakyat, terutama saat menghadapi situasi yang sulit seperti ini,” ujar Bupati.

Ia pun berharap kehadirannya bersama Wakil Bupati dan Forkopimda dapat memberikan kekuatan serta semangat bagi masyarakat yang terdampak.

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Dr. Hendrik Manossoh, Tokoh Nusa Utara Dari Trah Raja-raja Sangihe

Feature

Grand Final Ungke Momo Sangihe 2026 ‘Panen’ Kritik dan Hujatan di...

Sangihe

Puskesmas Kisihang Disorot, Fasilitas Kesehatan dan Layanan Posyandu Dipersoalkan

Sitaro

Beli Sembako Murah di Airmadidi? Pesan Online di Toko DeRa

Advetorial

Breaking News: Kejaksaan Negeri Sangihe Tetapkan DP Tersangka CSR Bank SulutGo

Sangihe

Terkini