Polisi Dalami Temuan 60 Karung Diduga Sianida dan Jasad di Perairan Siau

Terbit:

Sitaro, Lintasutara.com — Kepala Satuan Narkoba Polres Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), IPTU Recky P. Marthin, S.Pd.K., membenarkan adanya temuan jasad serta bahan kimia yang diduga berjenis sianida di perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Berdasarkan keterangan awal dua orang yang diamankan polisi, bahan kimia tersebut diduga berasal dari Filipina.

Marthin menjelaskan, terdapat empat orang yang menggunakan dua perahu dalam perjalanan tersebut, masing-masing terdiri dari satu perahu berukuran besar dan satu perahu kecil dengan dua awak di tiap perahu.

“Keterangan awal, mereka hanya disewa untuk mengambil pakan ternak, perahu itu berasal dari Manado mereka hanya di kasih titik lokasi ternyata pulau yang ditujuh berada di Filipina,” ungkap Kasat Narkoba.

Baca Juga:

Menurut dia, dua awak perahu yang telah diamankan mengaku tidak mengetahui muatan yang mereka bawa merupakan bahan kimia jenis sianida.

“Jadi sesampai di salah satu pulau yang ada di Filipina keduannya diajak makan oleh seseorang yang bertugas untuk menjemput mereka, ketika balik ke perahu sudah ada muatan yang setahu mereka itu adalah pakan ternak,” paparnya.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait asal-usul serta tujuan pengangkutan barang ilegal tersebut.
“Kami akan terus mendalami keterangan kedua orang tersebut,” tegasnya.

Marthin menambahkan, bahan kimia yang diduga sianida itu berjumlah sekitar 60 karung.
Sementara itu, jasad yang ditemukan di dalam perahu diketahui merupakan salah satu awak dari perahu lain. Polisi menduga satu awak lainnya melarikan diri.

Ia menjelaskan, perahu kecil awalnya ditumpangi dua orang yang kini diamankan polisi. Sedangkan perahu besar ditumpangi satu korban meninggal dunia dan satu orang lainnya yang berhasil melarikan diri dengan membawa kabur perahu kecil.

“Jadi, mereka berencana singgah di Siau untuk membawa rekan mereka yang sakit. Namun, saat memasuki perairan Balirangen, salah satu perahu besar yang mereka gunakan kandas. Dua orang yang berada di perahu kecil kemudian berupaya membantu memindahkan korban yang sakit. Akan tetapi, saat diperiksa, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia. Memanfaatkan situasi tersebut, salah satu awak yang sebelumnya bersama korban langsung melarikan diri dengan membawa kabur perahu milik dua rekannya,” ungkapnya.

Saat ini, dua awak perahu beserta puluhan karung bahan kimia yang diduga sianida telah diamankan di Markas Polres Kepulauan Sitaro untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut serta pihaknya sedang berupaya mengejar satu orang yang melarikan diri.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Deretan Nama Pejabat dan Kepala Sekolah yang Menempati Posisi Baru di...

Sangihe

Reposisi PDIP Sangihe: Menuju Kebangkitan atau Kembali Tersungkur di Pilkada?

Suara Sangihe

Penanganan Dugaan Penyimpangan Dana Covid-19 Sitaro Dipertanyakan

Sitaro

Hardiknas yang Sunyi bagi Guru PPPK Paruh Waktu Sangihe

Suara Sangihe

Jalani Pemeriksaan di Kejati Sulut, Chyntia Kalangit: “Saya Tidak Korupsi”

Sitaro

Terkini