H-2 Pilgub Sulut, Bawaslu Sangihe ‘Siap Tempur’

Sangihe, LintasUtara.com – Persiapan menghadapi pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) tinggal menyisahkan dua hari.

Setiap institusi terkaitpun dituntut untuk dapat mematangkan kesiapan ‘bertempur’ guna terwujudnya pemilihan nan demokratis, mengingat kian berkembangnya intrik-intrik politik kemenangan paslon.

Ditemui di sela-sela kegiatan bersama Forkopimda Sangihe di ruang pertemuan Bintang Utara Tahuna, Senin (07/12/2020), Ketua Bawaslu Junaidi Bawenti menegaskan, pada dasarnya Bawaslu Sangihe telah siap menghadapi Pilgub Sulut 2020, baik dari segi pengawasan maupun protokol COVID-19.

“Beberapa agenda terkait kesiapan pengawasan Pilgub sudah dilakukan, baik pemaksimalan kinerja teman-teman Panwaslu kecamatan, Panwas kelurahan / desa, maupun dijajaran terdekat dengan masyarakat, Panwas TPS melalui Bimtek dan Sosialisasi yang masif dilakukan,” ujar Bawenti.

Pun demikian ketika disentil terkait pemetaan wilayah dengan potensi pelanggaran, Bawenti menyebutkan jika seyogianya hal itu sudah dilakukan ditingkatkan Panwaslu Kecamatan maupun Bawaslu sendiri, baik itu terkait Money Politics, TPS-TPS berdekatan, kerumunan warga, termasuk masalah kondusifitas masyarakat.

“Kalau bicara titik rawan, sebenarnya di semua 15 kecamatan dengan 342 TPS, plus 1 TPS di Lapas memiliki tingkat kerawanannya sendiri. Namun, berdasarkan data dan laporan hasil pengawasan berdasarkan pengalaman lokus dan fokus penyelenggaraan pesta demokrasi sebelumnya yang didalamnya termasuk Pileg 2019, ada kurang lebih 27 titik yang bakal lebih waspadai, dengan indeks kerawanan yang berbeda-beda,” pungkas figur asal Tabukan Utara ini.

Oleh karena itu, Bawenti menyatakan kalau dalam penanganan pencegahan kecurangan nanti akan ada empat fokus yang ditetapkan, yakni mendapatkan fokus pengawasan, mengidentifikasi dan melakukan koordinasi terkait siapa yang sering dan berpotensi melakukan tindakan pelanggaran, lantas mengawal ketat tindak-tanduknya figur dan kelompok yang dicurigai.

“Dalam hal ini, fokusnya pun jadi berbeda-beda, tergantung strategi dan pengawasan yang hari ini sudah diinventarisis serta terindikasikan, untuk kemudian lebih meminimalisir potensi-potensi pelanggaran dimaksud, termasuk aktor-aktor yang sebenarnya sudah masuk dalam radar Bawaslu,” tegasnya lagi.

Dirinyapun menambahkan jika nantinya, tindakan-tindakan preventif seperti ini bakal dilakukan Bawaslu Sangihe, untuk menghindari pesta demokrasi Pilgub Sulut 2020 ini dikotori aktor-aktor yang sebenarnya juga merupakan pemain lama.

“Baik di kancah Money Politics pun kecurangan lain, meskipun ada aktor baru, bisa dipastikan aktornya disuplai dari aktor-aktor lama. Makanya, tindakan preventif akan kami maksimalkan dalam pengawasan dilapangan nanti,” kunci Bawenti.

(Gr)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI