Diduga Hirup Zat Asam, Tambang Bowone Minta ‘Tumbal’

Sangihe, LintasUtara.com – Lokasi tambang rakyat di Tabukan Selatan Tengah (Tabselteng) Kabupaten Kepulauan Sangihe, tepatnya Kampung Bowone mendadak heboh akibat dua pekerja tambang dikabarkan meninggal dunia.

Informasi dari pihak Kepolisian menyebutkan, pada hari ini Jumat (4/12/2020) kurang lebih pukul 16.20 WITA, di lokasi Tambang Kampung Bowone Kecamatan Tabukan Selatan Tengah telah terjadi kecelakaan dua orang pekerja tambang yang bekerja di tanah milik lelaki Frets Besinung  Alias Pere dan sebagai pemodal lelaki Lukas Lumape Alias Luka.

Korban adalah Ridval Manossoh, laki- laki (24) berasal dari Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu dan Jeri Agripa Benika Kaemba (20) dari Kampung Kalagheng Kecamatan Tabukan Selatan.

Menurut Keterangan saksi Waldus Pieter, pada saat sekira pukul 16.00 WITA saksi dan para pekerja lainnya setelah selesai mengangkat material tanah yang mengandung emas, saksi melihat cahaya senter yang mengarah ke lubang yang berada di atas bak mereka.

Sehingga saksi mendekati lubang tersebut dan memanggil Ridval Manossoh alias ungke kemudian lelaki tersebut menyahutnya, sementara itu saksi melihat Ridval Manossoh turun ke dasar lubang.

Setelah itu saksi melihat Ridval Manossoh sudah terjatuh, saksi langsung pergi ke camp dan memberitahukan ke rekan kerjanya Jeri Agripa Benika Kaemba dan langsung turun dengan maksud untuk menolong korban, serta disusul oleh temannya Emil Bawole.

Namun di tengah perjalanan, Jeri Agripa Benika Kaemba mengatakan kepada saksi Emil Bawole agar kembali ke permukaan karna ada zat asam setelah itu, Kaemba terjatuh tetapi Emil Bawole bisa kembali ke permukaan.

Sementara itu, Kapolsek Tabukan Selatan IPTU Parlindungan Aritonang, saat dihubungi wartawan membenarkan tewasnya dua pekerja tambang tersebut.

“Iya benar, ada dua pekerja tambang yang tewas. Saat ini kami saya sedang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya.

Menurut Aritonang,  kedua korban sudah berhasil dievakuasi oleh para penambang dan anggota Polsek Tabukan Selatan.

“Mereka telah dievakuasi sekitar pukul 18.30 WITA dari kedalaman kurang lebih 25 meter dan dugaan sementara mereka menghirup zat asam dalam lubang tersebut.

Setelah dievakuasi, kedua korban langsung dibawa ke Puskemas Salurang untuk divisum” terangnya.

Disentil mengenai belum ada izin untuk lokasi tambang tersebut dan telah dilarang , menurut Kapolsek pihaknya sudah melakukan himbauan.

“Mereka telah bekerja kurang lebih satu bulan karna mereka berlindung di Koperasi, kami hanya patroli untuk menghimbau,” kuncinya. (TS)

Ikuti Berita dan Informasi Terbaru dari Lintasutara.com di GOOGLE NEWS

Bagikan Artikel:

Artikel terkait

Terpopuler

BERITA TERKINI