Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana Meletakan Baru Pertama LPM Daerah Rentan Rawan Pangan Gapoktan Senggalipoho Kampung Naha (Foto : Ist)
Sangihe, Lintasutara.com – Pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Daerah Rentan Rawan Pangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dimulai dan secara simbolis dilaksanakan di kampung Naha, kecamatan Tabukan Utara, melalui peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, Rabu (07/07/2021).
Program berpagu anggaran Rp. 3.325.000.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pertanian Tahun Anggaran 2021 ini, terbagi untuk 10 kampung dan atau 10 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan masing-masing Kelompok senilai Rp. 332.500.000 yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 5 bulan atau 150 hari kalender kerja ; dimulai pada 17 Mei hingga 11 Oktober 2021.
Namun demikian, anggaran disesuaikan dengan tahapan pencairan DAK (PMK 130/2019), dibagi dalam tiga tahap yakni 25 Persen atau Rp. 83.125.000 pada tahap pertama, 45 Persen atau Rp. 149.625.000 dengan nilai kontrak 75 persen pada tahap kedua, dan 30 persen atau Rp. 99.750.000 dengan nilai kontrak 100 persen pada tahap terakhir.
“10 lumbung pangan yang akan mulai dibangun menjadi salah satu upaya kita, untuk menyiapkan berbagai fasilitas dalam kesiap-siagaan ketika terjadi rawan pangan nanti, baik disaat pandemi Covid-19 maupun pada waktu-waktu tertentu kebutuhan mendesak suplay pangan ke masyarakat,” kata Bupati, ketika membawakan sambutan di lokasi pembangunan LPM milik Gapoktan Senggalipoho kampung Naha.
Bupatipun berharap, langkah awal upaya mendukung pencapaian ketersediaan akses pangan dan kualitas pangan serta peningkatan nilai tambah dan industrialisasi diwilayah rentan rawan pangan, serta pemberdayaan masyarakat desa dalam pembangunan ketahanan pangan ini, mampu dimanfaatkan sebaik mumgkin.
“Karena kampung Naha memiliki Bandara yang sekaligus sebagai salah satu pintu masuk ke Sangihe, sebaiknya yang dikelola bukan hanya bahan mentah, tapi bahan jadi yang bisa menjadi souvenir atau kuliner yang dapat dipasarkan di Bandara Naha, apalagi jarak Bandara dengan lokasi lumbung sangat dekat,” Ucap pria yang akrab disapa Ara Jabes ini.
Terpisah, Kadis Pangan Ketahanan Daerah Sangihe Serny Lalu membeberkan jika di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), hanya kabupaten Kepulauan Sangihe dan kabupaten Kepulauan Sitaro yang mendapat alokasi pembangunan lumbung pangan masyarakat.
“Ini patut diapresiasi karena Kabupaten Sangihe mendapat 10 alokasi pembangunan fisik lumbung pangan masyarakat,” singkatnya.
Sementara itu Kapitalaung Naha Siti Lestari Makatindu dalam sambutannya mengapresiasi realisasi program ini, mengingat pembangunan LPM sudah sangat dinantikan masyarakat Naha.
“Kami sudah edarkan 100 undangan kepada warga yang sebenarnya ingin datang langsung. Tapi karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat, maka kami langsung membatalkan undangan dan warga dapat memahaminya,” tandas Srikandi yang memimpin kampung Naha ini.
Adapun kesepuluh lokasi pembangunan LPM Daerah Rentan Rawan Pangan, yakni :
- Gapoktan Mihuse, kampung Hangke, kecamatan Tabukan Selatan Tengah
- Gapoktan Tumendang, kampung Manumpitaeng, kecamatan Manganitu
- Gapoktan Senggalipoho, kampung Naha, kecamatan Tabukan Utara
- Gapoktan Nawacita, kampung Kalagheng, kecamatan Tabukan Selatan
- Gapoktan Mawar, kampung Matutuang, kecamatan Kepulauan Marore
- Gapoktan Melati, kampung Nanedakele, kecamatan Nusa Tabukan
- Gapoktan Mangsumombo, kampung Kuma, kecamatan Tabukan Tengah
- Gapoktan Kahumata, kampung Pindang, kecamatan Manganitu Selatan
- Gapoktan Maju Bersama Kampung Lipang, kecamatan Kendahe
- Gapoktan Tunas Karya, kampung Dalokaweng, kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.
(Gr)
