Manado, Lintasutara.com — Belum genap sebulan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jew Wuatensemba Adriaan sudah ikut menyaksikan torehan prestasi siswa Sangihe di tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Sangihe berhasil keluar sebagai juara pertama Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP tingkat Provinsi Sulawesi Utara 2026, setelah melewati persaingan dengan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Tenggara.
GSI 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara berlangsung 10–12 September 2026 di Lapangan Sepak Bola RINDAM XIII/Merdeka, Tomohon.
Menggunakan sistem setengah kompetisi, Sangihe mengawali pertandingan dengan bermain imbang 0-0 menghadapi Kota Tomohon pada Jumat (11/9/2026).
Sehari kemudian, Sangihe tampil lebih meyakinkan saat menghadapi Minahasa Tenggara. Hasilnya, Sangihe menang 2-0 dan mengamankan tambahan tiga poin.
Dengan total 4 poin, Sangihe menempati posisi pertama dan unggul dalam perhitungan selisih gol atas Kota Tomohon.
Capaian tersebut menjadi lebih istimewa karena sebelumnya Sangihe harus puas sebagai juara II GSI pada 2022 dan 2023. Tahun ini, tim pelajar Sangihe akhirnya berhasil naik ke podium tertinggi.
Bagi Adriaan, prestasi tersebut menjadi kabar membahagiakan di awal masa tugasnya sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan Sangihe.
Baru sekitar sebulan menjabat, Adriaan sudah ikut mengawal momentum prestasi pendidikan dan olahraga pelajar Sangihe di tingkat provinsi.
Namun, Adriaan tidak melihat capaian tersebut sebagai keberhasilan pribadi. Ia justru menekankan bahwa prestasi itu lahir dari sebuah proses panjang dan kerja bersama.
Adriaan tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya atas keberhasilan tim GSI Sangihe.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari proses yang telah dijalani serta kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan siswa.
“Prestasi yang dicapai merupakan hasil dari proses yang dijalani dan dikerjakan bersama,” ujar Adriaan.
Ia menegaskan, keberhasilan ini harus menjadi pemicu untuk terus menjaga proses pembinaan talenta pelajar di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Bagi daerah kepulauan seperti Sangihe, prestasi tersebut bukan sekadar soal piala. Lebih dari itu, kemenangan GSI menjadi bukti bahwa siswa Sangihe mampu bersaing ketika diberikan kesempatan, ruang pembinaan dan dukungan yang memadai.
Dari dua kali juara II pada 2022 dan 2023, Sangihe akhirnya menuntaskan GSI Sulut 2026 sebagai juara pertama.
Dan bagi Adriaan, trofi tersebut datang di awal masa tugasnya—sebuah momentum yang sekaligus membawa harapan baru bagi pembinaan pendidikan dan talenta olahraga pelajar di Sangihe.
