Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat

Terbit:

Bogor – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak mahasiswa memahami sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme sebagai fondasi untuk membangun bangsa yang tangguh di tengah berbagai tantangan global.

Ajakan itu disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Diklat Pratama se-Indonesia Angkatan I yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Menurut Nusron, pemahaman yang tepat mengenai nasionalisme harus diawali dengan kesadaran tentang makna bangsa yang kuat.

“Tujuan nasionalisme adalah menjadikan kita bangsa yang kuat. Namun, kalau kita tidak memahami seperti apa bangsa yang kuat, kita akan keliru mendefinisikan format nasionalisme yang ingin kita bangun,” kata Menteri Nusron.

Baca Juga:

Dalam materi bertajuk Nasionalisme Abad ke-21: Menjawab Tantangan Radikalisme, Perang Ekonomi, dan Perebutan Pengaruh Global, Nusron menjelaskan bahwa ukuran kekuatan suatu bangsa pada era modern tidak lagi semata-mata ditentukan oleh sistem pemerintahannya. Sebaliknya, kekuatan itu tercermin dari kemampuan menghadapi beragam tantangan global.

Mengutip teori John Mearsheimer, Nusron mengatakan negara yang kuat harus ditopang oleh tiga pilar utama, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan penguasaan teknologi.

“Jangan hanya berbicara nasionalisme, tetapi bangun ketahanan pangan, kemandirian energi, dan kemampuan menguasai teknologi. Tanpa itu, bangsa akan mudah bergantung kepada negara lain,” tegas Menteri Nusron yang hadir dalam diklat bersama dengan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Achmad.

Ia menambahkan, ketiga pilar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pembangunan nasionalisme harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas intelektual.

Di hadapan Sekretaris Dewan Pembina DPP GMPK, H. Chusni Mubarok, serta sekitar 200 peserta diklat, Nusron menitipkan pesan agar mahasiswa terus mengasah kemampuan intelektualnya. Menurut dia, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penentu arah pembangunan bangsa pada masa mendatang.

“Perubahan di dunia itu selalu didahului dengan kebangkitan kaum intelektualnya. Ketika cara berpikir mahasiswa sudah benar, maka saat mereka menjadi birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional, cara berpikir itu akan ikut membentuk kemajuan bangsa,” jelasnya.

Menutup paparannya, Nusron mengajak kader GMPK untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Tidak hanya memperkuat kemampuan intelektual, tetapi juga menumbuhkan semangat kebangsaan serta mengambil peran sebagai generasi yang mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Lolos SLOMPN dan CYATC, Atlet Panjat Tebing Sitaro Masuk Pembinaan Nasional

Sitaro

Dari Dinding Museum Ulu, Christiani Alfa Mumu Menapaki Panggung Nasional Panjat...

Olahraga

Tersandung TGR, Masih Layakkah Dipilih Kembali?

Suara Redaksi

ICCN Sulut Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sangihe

Sangihe

Di Balik “Goodness of God”, Rukmaya Arbaan Menemukan Panggung Kemenangannya

Sangihe

Terkini