Sangihe, Lintasutara.com – Angka terjadinya gempa susulan pasca Magnitudo 7,7 pada Senin (8/6/2026) kemarin masih terus bertambah.
​Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru jumlah gempa susulan per tanggal 9 Juni 2026 pukul 18.00 WIB sebanyak 167 kali.
Artinya, terdapat penambahan 37 kali gempa dari pemutakhiran data sebelumnya pada pukul 08.00 WIB yang tercatat sebanyak 130 kali.

​Berdasarkan skema rilis terbaru BMKG, akumulasi hitungan gempa kini disajikan per 6 jam. Dalam catatan periodik tersebut, pada selang pukul 05.48 – 11.48 WIB terjadi 22 kali, dan pada pukul 11.48 – 17.48 WIB tercatat sebanyak 21 kali gempa.
​Jika dibedah dari grafik 3 jam sebelumnya, BMKG sempat merilis terjadi 7 kali gempabumi pada pukul 05.48 – 08.48 WIB. Dengan demikian, pada rentang tambahan waktu pukul 08.48 – 11.48 WIB, terhitung terjadi sebanyak 15 kali gempabumi.

Angka teranyar, terjadi pada rentang pukul 17.48 WIB hingga rilisan BMKG ini terbit pukul 18.00 WIB dengan 1 kali gempa.
​Dalam berita Lintasutara.com sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Lasut, mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kewaspadaan namun tetap tenang.
​”Tetap tingkatkan kewaspadaan akan potensi-potensi gempa susulan, tetap tenang dan ikuti arahan pemerintah ke depan,” singkatnya.
