Sangihe, Lintasutara.com – GMIST Efrata Tahuna merayakan hari ulang tahun (HUT) ke- 60, Sabtu (30/5/2026), ditandai dengan ibadah syukur di Gedung Gereja GMIST Efrata Tahuna.
Perayaan ini menjadi momen refleksi sekaligus ucapan syukur atas perjalanan pelayanan yang telah memasuki usia berlian.
Ketua Panitia HUT ke-60 GMIST Efrata Tahuna, Jansen Tampoli, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas suksesnya seluruh rangkaian acara dari awal pembukaan hingga ibadah puncak.
“Ya pasti bersyukur, karena perayaan HUT ini boleh terlaksana dengan baik. Semua rangkaian kegiatan, mulai dari awal pembukaan, setiap perlombaan, semua boleh berjalan sukses dengan baik. Bahkan sampai hari ini, di acara puncak, Tuhan berkenan semua boleh melaksanakan tanggung jawab pelayanan dengan baik,” ujar Jansen.
Ia menambahkan, usia 60 tahun memiliki makna khusus bagi eksistensi gereja. Berbeda dengan usia manusia yang cenderung menurun secara fisik. Bagi jemaat GMIST Efrata Tahuna, usia ini justru menjadi simbol kematangan iman.
”Sama dengan pesan khotbah tadi, kalau dalam tata gereja, manusia 60 tahun itu berarti sudah tidak berdaya. Tapi bagi gereja, maknanya adalah semakin kokoh, semakin berkembang, dan berbuah. Kita berharap gereja ini memberikan dampak yang lebih baik lagi ke depan, bukan cuma untuk jemaat, bahkan untuk semua masyarakat,” jelasnya.

Rangkaian Kegiatan dan Perlombaan
Kemeriahan HUT ke-60 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan positif yang melibatkan seluruh elemen jemaat. Jansen merincikan beberapa lomba yang telah sukses digelar sejak ibadah pembukaan, seperti lomba sambung lagu rohani yang bersumber dari Kidung Jemaat, Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ), dan Nyanyian Kidung Baru (NKB).
Tak hanya itu, turut terlaksana juga lomba rekreatif bagi kelompok kategori lansia, bapak dan ibu, serta olahraga dan seni; yakni Volley Ball campuran juga paduan suara yang menjadi penutup rangkaian lomba pada 28 Mei 2026
Harapan Menjadi Garam dan Terang Dunia
Senada dengan Ketua Panitia, Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GMIST Efrata Tahuna, Pdt. Oktivany Towoliu Tingginehe, turut menyampaikan apresiasi dan harapannya bagi masa depan jemaat. Beliau menekankan pentingnya peran gereja di tengah tantangan zaman dan sinergi dengan pemerintah.
”Kami bersyukur di usia 60 tahun, persekutuan jemaat ini semakin kuat dan kokoh di dalam Tuhan. Terlebih juga jemaat Efrata Tahuna boleh terus menjadi garam dan terang dunia. Kehadirannya di tengah masyarakat diharapkan boleh menjawab semua tantangan zaman, bahkan juga menopang program-program pemerintah,” tutur Pdt. Oktivany.
Ia juga berharap agar seluruh jemaat terus menjaga keharmonisan, saling menopang, dan melayani demi mewujudkan kehidupan yang penuh damai sejahtera.
”Di usia 60 memang ada banyak sekali hal yang menjadi satu kebanggaan. Dan kami semua percaya, ini bukan karena hebatnya kami, tapi karena Tuhan melayakkan jemaat Efrata Tahuna boleh terus bersama di usia 60 tahun sebagai satu gereja,” kuncinya.
