Akhir pekan di Kabupaten Kepulauan Sangihe kini terasa berbeda. Sejak dicanangkan oleh Bupati Michael Thungari, program Car Free Day di jantung kota Tahuna menjelma menjadi magnet baru bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat dan aktif.
Dengan rute yang dimulai dari Tugu Malahasa di Pelabuhan Tahuna hingga sepanjang boulevard Apeng Sembeka, kawasan ini setiap Sabtu sore disulap menjadi ruang publik bebas kendaraan bermotor. Warga dari berbagai kalangan tumpah ruah untuk berolahraga, berjalan santai, bersepeda, hingga mengikuti senam bersama.
“Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi gaya hidup sehat yang mulai dibangun,” ujar seorang warga yang rutin hadir sejak program ini dimulai. Ia mengaku merasa lebih bersemangat berakhir pekan dengan aktivitas fisik bersama keluarga.
Bupati Michael Thungari sendiri mengusung semangat kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan masyarakat. Menurutnya, Car Free Day bukan hanya soal rekreasi, tapi juga edukasi lingkungan dan ruang interaksi sosial.
“Kita ingin masyarakat Sangihe, khususnya di Tahuna, punya kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan, serta menikmati ruang kota yang ramah dan inklusif,” jelas Thungari saat pencanangan CFD
Fenomena ini juga memberi dampak positif terhadap pelaku UMKM lokal. Sejumlah pedagang makanan sehat, minuman, dan produk lokal terlihat berjejer di area kegiatan, memberi warna tersendiri pada akhir pekan warga.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, Car Free Day di Tahuna bukan hanya sekadar program pemerintah, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup baru masyarakat Sangihe — sehat, aktif, dan penuh semangat kebersamaan.

