Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Longsor Masih ‘Meneror’, Warga Diminta Waspada

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Bencana tanah longsor masih ‘meneror’ masyarakat Sangihe dalam sebulan belakangan.

Bagaimana tidak, dirangkum dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sangihe, dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas rendah, namun terjadi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan telah berimbas pada 4 kasus tanah longsor yang sempat menjadi trending topik di jejaring Facebook.

Hal itu mengemuka karena bencana yang terjadi berdampak pada putusnya akses transportasi, antara lain di kampung Belengang kecamatan Manganitu dengan 3 kali tanah longsor, dan 1 lagi di kampung Talawid Kecamatan Kendahe.

Kepala BPBD Kepulauan Sangihe, Rivo Pudihang ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (03/08/2020), menyatakan jika dalam sebulan terakhir memang ada banyak kasus tanah longsor yang terjadi imbas kondisi cuaca yang terjadi hingga hari ini.

“Sebenarnya tidak hanya ke-4 kasus, tapi ada juga kasus-kasus lain, seperti yang terjadi di jalan Kolongan – Kendahe, bahkan Jalur Tahuna – Lenganeng. Namun memang bisa segera teratasi. Bahkan, untuk kasus teranyar di Belengang, melalui kerja sama dengan Balai Jalan Provinsi dan masyarakat, aksesnya juga sudah bisa dibuka,” sebut Pudihang.

Baca Juga:

Pudihang menambahkan, meski intensitas hujan yang terjadi hingga hari ini kecil, tapi karena terjadi dalam waktu yang lama, efeknya berdampak pada kelembaban tanah.

“Ketika tanah menjadi basah, pada kondisi tertentu potensi terjadinya pergerakan tanah (longsoran, red) akan lebih tinggi,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat agar bisa lebih meningkatkan kewaspadaan karena jika kondisi yang ada sekarang terus berlangsung, bukan tidak mungkin tanah longsor dapat terjadi lagi.

“Terutama, yang menjadi fokus adalah masyarakat yang tinggal di wilayah lereng, atau di pinggiran sungai. Setidak-tidaknya kita bisa meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin, bahkan juga kepada pengendara, agar bisa lebih berhati-hati dengan kondisi jalan yang licin, agar tidak sampai terjadi kecelakaan lalu lintas,” kuncinya. (Redaksi)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Nusa Utara dalam Pusaran RTRW Sulut: Provinsi Baru atau Ilusi yang...

Suara Sangihe

Kasus Dana Bencana Gunung Ruang Sitaro, Kajati Sulut: Saya Pastikan Ada...

Daerah

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Regina Toasyana Sinedu: Suara Muda dari Perbatasan yang Menembus Dunia Diplomasi

Profil

Bupati Sitaro Penuhi Pemeriksaan Lanjutan di Kejati sebagai Saksi Kasus DSP...

Sitaro

Terkini