Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Panas di Internal PKB Sangihe! Dukungan Bulat PAC ke Ristam, Sahapudi Tak Dilirik

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Sangihe yang digelar Kamis (16/4/2026) memang telah usai. Namun, riak yang ditinggalkan justru berubah menjadi gelombang besar di internal partai.

Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sangihe periode 2026–2030 kini memasuki fase paling krusial, dengan dinamika yang kian tajam meski tetap berada dalam koridor mekanisme organisasi.

Sebagaimana diatur dalam mekanisme internal PKB, Muscab hanya berfungsi sebagai ajang penjaringan nama. Keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui tahapan usulan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Dalam hasil pemetaan DPP, nama Fitri Lumiu berada di posisi teratas, disusul Yumin Sahapudi yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPC PKB Sangihe. Pemetaan tersebut disebut merupakan akumulasi dari usulan kepengurusan DPC sebelumnya.

Namun, peta kekuatan di tingkat bawah justru menunjukkan arah berbeda yang cukup mencolok.

Baca Juga:

Seluruh 10 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Kepulauan Sangihe secara bulat mengusulkan satu nama: Ristam Pakaya. Dukungan solid tanpa perpecahan ini menjadi sinyal politik yang sulit diabaikan dalam proses suksesi kepemimpinan partai.

Yang menjadi sorotan, tidak satu pun PAC memasukkan nama Yumin Sahapudi dalam daftar usulan mereka. Kondisi ini memunculkan tafsir kuat tentang terjadinya pergeseran preferensi politik di tubuh akar rumput PKB Sangihe.

“Dinamika di Muscab cukup terasa. Ada perbedaan arah antara hasil pemetaan dan aspirasi di bawah. Tapi semua tetap kita serahkan ke DPP,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Meski berlangsung dalam suasana formal, atmosfer persaingan antar kandidat disebut cukup menghangat, terutama saat pembahasan mengerucut pada figur yang akan diusulkan. Komunikasi politik antar kubu berlangsung intens, menandakan bahwa pertarungan menuju kursi ketua tidak berjalan datar.

Situasi ini menempatkan DPP PKB pada posisi strategis sekaligus dilematis: antara mempertimbangkan hasil pemetaan internal atau merespons arus kuat dukungan dari struktur PAC.

Dengan konfigurasi yang ada, perebutan kursi Ketua DPC PKB Sangihe tak sekadar soal figur, tetapi juga mencerminkan tarik-menarik pengaruh antara struktur atas dan bawah partai.

Kini, semua menanti keputusan DPP. Siapa pun yang nantinya ditetapkan, akan memikul tanggung jawab besar untuk meredam dinamika internal sekaligus menjaga soliditas partai menjelang kontestasi politik ke depan.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Lebih dari Kunjungan Menteri: Membaca Arah Pembangunan Sitaro

Suara Redaksi

Kantor PMD Sangihe Digeledah, Kejari Buruh Dokumen Korupsi Dana Desa

Sangihe

Kejari Sangihe Naikkan Status! Dugaan Korupsi Dana CSR Bank SulutGo 2023...

Sangihe

Reinol Tumbio Buka Suara Soal Ketidakhadirannya di Pemeriksaan Kejati Sulut

Sitaro

Giliran Dokta Pangandaheng Diperiksa, Kasus CSR Bank SulutGo 2023 Memanas

Sangihe

Terkini