Sangihe, Lintasutara.com – Nama Feybe Indriani Madonsa kian diperhitungkan dalam dinamika suksesi Ketua Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST). Berbekal rekam jejak pelayanan dan pengalaman organisasi yang berjenjang, Feybe dinilai memiliki modal untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari Jew Wuaten Sembah Adriaan.
Menguatnya nama Feybe bukan tanpa alasan. Pengalamannya dalam pelayanan pemuda, mulai dari tingkat jemaat, resort hingga sinode, menjadi salah satu aspek yang membuat figur ini menarik untuk dicermati dalam bursa kepemimpinan Pemuda Sinode GMIST.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan keterlibatan Feybe dalam berbagai bidang pelayanan dan organisasi. Ia pernah menjalankan tanggung jawab dalam pengembangan kewirausahaan pemuda, koordinasi pelayanan, hingga fasilitasi persidangan gerejawi. Pengalaman ini menjadi modal penting dalam memahami dinamika organisasi serta kebutuhan generasi muda gereja.
Selain aktif dalam pelayanan GMIST, Feybe juga memiliki pengalaman dalam jaringan pelayanan pemuda lintas gereja melalui Pemuda SAG dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Keterlibatan tersebut berpotensi memperluas wawasan serta jejaring dalam mengembangkan pelayanan pemuda yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Dalam konteks regenerasi kepemimpinan, pengalaman organisasi menjadi salah satu pertimbangan penting. Ketua Pemuda Sinode tidak hanya dituntut mampu menjalankan program, tetapi juga merangkul perbedaan, memperkuat solidaritas antarpemuda, serta menjawab tantangan pelayanan di tengah perubahan zaman.
Feybe pun memiliki sejumlah aspek pengalaman yang layak diperhitungkan. Namun, rekam jejak masa lalu tetap perlu diuji melalui kemampuan membangun visi, menyatukan berbagai elemen pemuda, dan menghadirkan program yang menjawab kebutuhan nyata di tingkat jemaat hingga sinode.
Pergantian kepemimpinan dari Jew Wuaten Sembah Adriaan menjadi momentum penting bagi Pemuda GMIST untuk menjaga kesinambungan pelayanan sekaligus membuka ruang pembaruan. Tantangan ke depan tidak ringan, terutama dalam memperkuat kaderisasi, meningkatkan partisipasi pemuda, dan memastikan organisasi tetap relevan bagi generasi muda.
Meski nama Feybe Indriani Madonsa kian mengemuka, proses suksesi tetap menjadi ranah organisasi. Dukungan pemilih, mekanisme pemilihan, serta keputusan forum yang berwenang akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin Pemuda Sinode GMIST pada periode berikutnya.
Pada akhirnya, rekam jejak merupakan modal awal. Kepemimpinan yang sesungguhnya akan terlihat dari kemampuan menjaga kepercayaan, merawat persatuan, dan membawa pelayanan pemuda GMIST bergerak maju.
