Sangihe, Lintasutara.com – Jalur masuk Kampung Palahanaeng, Kecamatan Tabukan Tengah masih menjadi keluhan masyarakat setempat.
Bagaimana tidak, sebagian besar jalur masuk ke Kampung di tepi pantai ini mengalami kerusakan lumayan parah.
Penjabat Kapitalaung Palahanaeng Fredy Barahama mengakui ada jarak kurang lebih 2 kilometer dari pusat pemukiman Kampung tersebut, hingga ke Kampung Biru.
“Memang bisa kita lihat jalurnya lumayan ekstrim, belum lagi aspal yang sudah banyak hancur,” jelasnya, di lokasi Pemungutan Suara Pilkades Palahanaeng, Rabu (21/10/2026).
Hal ini menurutnya, sangat berdampak bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang harus dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit.
“Untuk kendaraan roda 4, sesekali ada yang masuk, tapi itu tergantung jenis kendaraannya dan tergantung nyali sopirnya. Kendaraan yang rutin digunakan warga sehari-hari lewat jalur darat adalah roda dua,” tambah Barahama.
Sebagai alternatif, Barahama menyebutkan masyarakat biasanya akan memilih transportasi laut, apalagi untuk urusan mendesak seperti membawa ibu hamil.
​”Hampir sebagian besar warga di sini memiliki pambut, sehingga transportasi laut ini jadi alternatif utama. Untuk kondisi darurat seperti ibu hamil, tentu tidak mungkin dipaksakan lewat jalan darat yang ekstrem. Pilihan paling aman adalah menggunakan pambut,” ujarnya.
Pemerintah Kampung Palahanaeng sendiri, menurut Barahama, tidak tinggal diam. Usulan perbaikan jalan selalu dimasukkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang diajukan ke tingkat kabupaten.
“Kami dari pemerintah kampung sudah berupaya mengusulkan jalan ini melalui RKP ke kabupaten. Namun sampai saat ini kemungkinan pemerintah daerah masih sementara mengusahakan dan mencari penganggaran untuk perbaikan jalan ini,” pungkasnya.
Pembenahan infrastruktur jalan, tentu menjadi harapan masyarakat. Minimal, aksesibilitas wilayah ke Palahanaeng dapat terhubung dengan lancar sebagaimana kampung-kampung lainnya.
