Penatua Feybe Indriani Madonsa, Aktivis Pemuda Gereja yang Bertumbuh dalam Pelayanan dan Kepemimpinan

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Pelayanan, pengabdian, dan komitmen membangun generasi muda menjadi bagian penting dari perjalanan Pnt. Feybe Indriani Madonsa, ST. Berangkat dari lingkungan pelayanan gereja, Feybe terus mengembangkan pengalaman organisasi dan kepemimpinan, baik di tingkat jemaat, wilayah, sinode, maupun dalam lingkup pelayanan pemuda gereja secara nasional.

Dengan semangat “Melayani dengan Hati, Berkarya untuk Gereja dan Bangsa”, Feybe memandang pelayanan bukan sekadar jabatan atau tanggung jawab organisasi, melainkan panggilan untuk bertumbuh bersama, memperkuat kebersamaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi gereja serta masyarakat.

Bertumbuh dari Pelayanan Gereja

Perjalanan organisasi Feybe dimulai dari keterlibatannya dalam pelayanan pemuda dan remaja. Ia pernah menjadi anggota Pelka Pemuda Pekakentengan Tahuna serta Koordinator Pemuda dan Remaja Kolom 16 GMIM Bukit Moria Rike pada periode 2011–2014.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemampuan berorganisasi. Dalam perjalanan selanjutnya, Feybe semakin aktif mengambil tanggung jawab pelayanan di lingkungan GMIST dan organisasi pemuda gereja.

Baca Juga:

Pada periode 2019–2021, ia dipercaya sebagai Sekretaris Tim Penunjang Kewirausahaan Pelka Pemuda Sinode GMIST. Ia kemudian menjabat Ketua Pelka Pemuda GMIST Jemaat Banalang Duata Pekakentengan Tahuna untuk periode 2021–2026 dan 2026–2031.

Pengalaman kepemimpinannya juga mencakup jabatan Koordinator Wilayah Nusa Utara Pemuda SAG (SINODE AM) periode 2021–2026, Koordinator TPP Wekraf Pelka Pemuda Sinode GMIST periode 2021–2026, serta Sekretaris Pelka Pemuda GMIST Resort Tahuna periode 2022–2026.

Memasuki periode pelayanan berikutnya, Feybe tercatat sebagai anggota Pengurus Wilayah Pemuda SAG periode 2026–2031. Ia juga menjabat Ketua DPC GAMKI Sangihe periode 2025–2028.

Ditempa dalam Kaderisasi Pemuda Gereja

Perjalanan Pnt. Feybe Indriani Madonsa, ST, tidak hanya dibentuk melalui pengalaman organisasi dan pelayanan, tetapi juga melalui proses kaderisasi kepemimpinan pemuda gereja.

Ia telah mengikuti LKPG Tingkat I Pemuda GMIM, serta menempuh jenjang LKPG I, II, dan III Pemuda GMIST. Proses kaderisasi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta memperdalam pemahaman tentang organisasi dan tanggung jawab pelayanan.

Bekal kaderisasi itu kemudian berjalan beriringan dengan pengalaman nyata Feybe dalam memimpin organisasi, mendampingi pemuda dan remaja, serta menjalankan tanggung jawab pelayanan di tingkat jemaat, resort, wilayah, sinode, hingga lingkup nasional.

Perpaduan antara pendidikan kaderisasi dan pengalaman lapangan menjadi bagian dari perjalanan Feybe dalam membangun kapasitas diri sebagai aktivis pemuda gereja. Baginya, pelayanan bukan sekadar tentang jabatan dan posisi, melainkan tentang kesediaan untuk terus belajar, bertumbuh, bekerja bersama, dan memberikan diri bagi gereja serta masyarakat.

Memperluas Pengalaman di Tingkat Nasional

Tidak hanya aktif dalam pelayanan lokal dan regional, Feybe juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan kapasitas pemuda gereja di tingkat nasional.

Ia merupakan Alumni Pandu Sidang Raya PGI 2019 dan Alumni Training of Trainers (TOT) Pemuda SAG 2020. Pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya mengenai kepemimpinan, tata kelola persidangan organisasi, serta penguatan kapasitas generasi muda.

Pada 2021, Feybe dipercaya menjadi Fasilitator Pandu Sidang Lengkap Sinode GMIST. Setahun kemudian, ia mengemban tugas sebagai Koordinator Pandu Sidang MPL PGI 2022 dan Fasilitator Sidang Istimewa Sinode GMIST 2022.

Di bidang komunikasi dan publikasi, Feybe juga pernah menjadi Tim Media Sosial Biro Pemuda dan Remaja PGI. Pengalaman ini menjadi bagian dari keterlibatannya dalam mendukung komunikasi pelayanan, penyebarluasan informasi kegiatan, serta penguatan jejaring pemuda dan remaja gereja melalui media sosial.

Selain itu, Feybe tercatat sebagai utusan GMIST dalam kegiatan Mission 21 di Malaysia. Keterlibatan tersebut membuka ruang bagi penguatan kerja sama, pertukaran pengalaman, dan perluasan perspektif pelayanan lintas komunitas.

Pelayanan sebagai Panggilan

Beragam pengalaman yang dijalani Feybe menunjukkan perjalanan seorang aktivis pemuda gereja yang terus bertumbuh melalui tanggung jawab organisasi dan keterlibatan dalam pelayanan.

Baginya, pelayanan tidak semata-mata diukur dari posisi yang dipercayakan, tetapi juga dari kesediaan untuk bekerja bersama, mendampingi generasi muda, dan menjaga semangat kebersamaan.

Nilai tersebut sejalan dengan pesan dalam 1 Korintus 4:2 yang menekankan pentingnya kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan Allah.

Dengan bekal pengalaman di tingkat jemaat, sinode, wilayah, hingga pelayanan nasional, Feybe memiliki ruang untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kepemimpinan pemuda, penguatan organisasi, dan pelayanan gereja yang relevan dengan tantangan zaman.

Perjalanan itu sekaligus menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar tentang jabatan yang diemban, melainkan tentang kesetiaan menjalankan tanggung jawab dan memberi arti bagi sesama.

“Pelayanan adalah panggilan, bukan sekadar jabatan.” Enter to learn, live to serve” Prinsip tersebut menjadi pesan yang merangkum perjalanan Feybe Indriani Madonsa dalam menapaki dunia pelayanan dan organisasi.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Hasil Pilkades Sejumlah Kampung Berpotensi Tidak Disahkan

Sangihe

Kabut Asap Imbas Karhutla Papua Selatan Selimuti Sangihe, Jarak Pandang Anjlok...

Sangihe

Sinode GMIST Serahkan Bantuan Bencana Hidrometeorologi untuk 145 KK Terdampak di...

Sangihe

Breaking News: 304 Calon Kapitalaung Deklarasi Damai, Siap Menang dan Siap...

Sangihe

Breaking News: Thungari Kembali Lantik Pejabat, Sangihe Ketambahan Satu Badan

Sangihe

Terkini