Sangihe, Lintasutara.com – Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe (GMIST) melalui Tim Tanggap Bencana menyalurkan 145 paket bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Kecamatan Tabukan Selatan (Tabsel) , Rabu (14/10/2026).
​Penyerahan bantuan dipusatkan di GMIST Jemaat Oikumene Lesabe dan dihadiri 145 keluarga penerima manfaat yang berasal dari 10 jemaat.
​Ke-10 jemaat tersebut yakni GMIST Maranatha Bentung, Daralo Kalagheng, Damsi Tiwelo, Hagetter Batuwingkung, Bait-El Tenda, Sion Pintareng, Golgota Rambung, Golgota Malamenggu, Hermon Mandoi, serta jemaat tuan rumah Oikumene Lesabe.
​Sekretaris Pelaksana Majelis Pekerja Sinode (MPS) Sinode GMIST, Pdt. Ronny Lewerissa, S.Th., M.Si., menyebutkan bahwa bantuan tersebut murni bersumber dari pundi ekstra jemaat-jemaat se-Sinode GMIST.
​”Ini merupakan titipan dari jemaat-jemaat se-Sinode untuk tim salurkan kepada keluarga-keluarga yang terdampak bencana,” ujar Lewerissa.

​Pihaknya berharap, penyaluran bantuan dari MPS dan Tim Tanggap Bencana GMIST ini dapat memberikan penguatan moral dan spiritual bagi para korban.
​”Harapan besar kami, semangat para korban bisa kembali pulih lewat doa dan bersandar kepada Kristus sebagai kota benteng,” tuturnya.
​”Untuk itu, MPS Sinode GMIST mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat yang telah mengumpulkan pundi ekstra. Mari kita tetap saling menopang dalam menghadapi keadaan-keadaan di luar kemampuan manusia,” tambah Lewerissa.
​Sebelumnya, pada Selasa (13/10/2026), Tim Tanggap Bencana Sinode GMIST juga telah menyerahkan 153 paket bantuan serupa bagi jemaat terdampak di Kecamatan Tamako, yang terbagi di dua gereja yakni GMIST Bait-El Tamako dan Mahanaim Laine.
