Sangihe, Lintasutara.com – Menjadi galeri seni pertama di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sangihe Art Space yang diprakarsai Visual Secret menuai apresiasi sejumlah seniman nasional bahkan internasional.
Sebut saja, nama-nama besar seperti Nano Warsono selaku Kepala Galeri Katamsi Institure Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, Yusuf Susilo selaku Pemimpin redaksi majalah Kabare dan pengelola majalah Galeri Nasional, DR. Citra Sumaradewi, Dosen sejarah seni rupa IKJ yang juga merupakan kurator galeri nasional, Heri wijayanto selaku kurator surabaya juga Dosen ISI Surabaya melontarkan ucapan selamat atas launching galeri seni di Kabupaten ‘teras utara’ NKRI ini.
Salah satu ucapan, bahkan disampaikan oleh Arbain Rambey, figur yang acapkali disebut Bapak Fotografer Indonesia. “Ucapan selamat kepada para seniman di Kepulauan Sangihe atas dibukanya sebuah ruang seni bersama galeri pertama di kepulauan Sangihe tetap semangat dan terus berkarya,” singkat Rambey

Tidak hanya itu, Deddy Sufriadi, pemilik galeri Nalaroepa Jogja yang rupa seniman rupa berskala internasional turut mendukung secara moral perjuangan yang dilakukan Audro Chrustofel cs ; menjawab kebutuhan ruang kreasi bagi masyarakat Sangihe. Dari Yogjakarta, dirinya berharap galeri seni ini mampu memberi nuansa baru bagi dunia seni.
“Selamat atas dibukanya ruang pameran baru Sangihe Art Space. Semoga tempat ini bisa menjadi ruang alternatif bagi teman-teman untuk berpameran dan terus lancar menjadi barometer baru bagi kesenian seni rupa Indonesia lebih khusus di bagian timur,” dukungnya.
Sudah sepantasnya dibanggakan memang, apalagi menurut Alfred Pontolondo, Perupa Senior Sangihe dengan sejumlah karya seni rupa yang acap kali tembus kekancah nasional, Sangihe Art Space merupakan galeri publik ketiga dipulau Sulawesi, dan yang pertama di bumi nyiur melambai, Sulawesi Utara (Sulut).
“Untuk dua sebelumnya, baru ada di Makasar Provinsi Sulawesi Selatan, kemudian di Provinsi Gorontalo, dan Sangihe Art Space menjadi yang ketiga untuk kategori galeri publik. Sedangkan untuk sulut, galeri ini menjadi yang pertama, karna yang lain berbentuk galeri personal yang menampung karya-karya pribadi,” bebernya, Rabu (03/03/2021).

Dirinya berharap, Visual Secret sebagai penggagas mampu mempertahankan eksistensi galeri pun karya-karya yang nantinya bakal memperkaya khasanah seni di Sangihe. Namun demikian, dirinyapun tidak memungkiri harapannya agar ada campur tangan pemerintah, setidak-tidaknya mematenkan fungsi galeri yang lahir dari jerih payah para pemuda Sangihe.
“Untuk program pengembangan (galeri, red) teman-teman telah menyiapkan itu. Tinggal bagaimana pemerintah bisa memperhatikan lebih jauh lagi keberadaan galeri bersama ini, karna masih ada beberapa hal yang dibutuhkan terkait kelengkapan galeri seperti lighting dan keperluan lainnya,” lanjut pria yang akrab disapa Ka Ape ini.
Tidak sampai disitu, langkah progresif inipun diharapkannya mampu menjadi ‘pemantik’ untuk menghasilkan even-even seni yang lebih gebyar lagi di Kabupaten kecil di utara NKRI ini.
“Selain menjadi ajang edukasi seni di Sangihe, moment seperti ini sangat diharapkan berlanjut dengan pelaksanaan even lain, seperti festival seni dengan menghadirkan seniman lintas daerah, atau bahkan mampu mendatangkan seniman-seniman nasional,” harap Pontolondo, menutup wawancara.
Menanggapi dukungan moril yang ‘memberondong’ Visual Secret dalam mengembangkan Sangihe Art Space kedepannya, Billy Maninggir selaku ketua panitia launching dan pameran mengaku dia dan timnya sudah barang pasti mendapatkan tambahan semangat dan motivasi dalam berkarya kedepan.
“Hal ini menjadi pemantik bagi kami untuk bisa tetap eksis menjaga cita-cita bersama kami dalam mengembangkan dunia seni terlebih khusus terkait dengan galeri Sangihe Art Space ini. Dengan adanya support dari berbagai pihak, tentu ini juga menjadi utang sekaligus tantangan bagi kami untuk tetap melangkah pada komitmen berkesenian yang hari ini, bahkan jauh-jauh hari kami mulai untuk Sangihe dan masyarakat Sangihe,” ungkap pemuda yang hingga hari ini aktif berkecimpung dalam dunia fotografi di Sangihe ini.
(Gr)
