Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Napi Lapas Tahuna Melarikan Diri, Ini Kronologinya

Terbit:

Sangihe, LintasUtara.com – Tingkat keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Tahuna nyatanya tak segarang tembok pelindungnya, terbukti salah satu Narapidana (Napi) yang menjadi warga binaan, berhasil  melarikan diri.

Kepala Lapas Klas II B Tahuna Mardi Santoso menjelaskan jika Yulius Tangkuliwutang (44), warga binaannya yang lolos tersebut merupakan warga Kampung Kalasuge, Kecamatan Tabukan Utara, dan merupakan terpidana Kasus Perlindungan Anak.

Dari hasil penyelidikan sementara, pihak Lapas menduga napi tersebut melarikan diri dari bagian belakang, dengan cara merusak kawat berduri serta membobol pintu bagian belakang Lapas.

Menurut Kalapas, Narapidana Yulius Tangkuliwutang melarikan diri pada (09/09/2020) lalu, dan hingga kini masih dalam pencarian oleh pihak Lapas bekerja sama dengan Polres Sangihe.

Baca Juga:

“Iya benar sudah kurang lebih dua Minggu narapidana itu melarikan diri. Saat ini, kami sudah bekerjasama dengan Kepolisian, dan Pak Kapolres Sangihe membantu kami dengan membuat Tim khusus mencari Napi tersebut. Sementara, untuk Petugas  Lapas yang piket malam itu akan dikenakan sangsi tegas,” ujar Mardi.

Ia menambahkan, kerjasama masyarakat sangat diharapkan untuk membantu upaya pencarian yang sementara dilakukan Polisi dan Lapas Tahuna, dengan melapor ke Polres atau Polsek terdekat ketika melihat Narapidana dimaksud.

“Tolong juga sampaikan juga ke masyarakat, untuk membatu menginformasikan apabila melihat dan mengetahui yang bersangkutan,” imbuhnya.

Diketahui, Yulius Tangkuliwutang merupakan terpidana kasus Perlindungan Anak dengan putusan pengadilan 15 Tahun penjara dan sudah menjalani 4 tahun masa tahanan.

(TS) 

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Diduga Aniaya Pacar di Bawah Umur, Pemuda di Sitaro Terancam Proses...

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Banjir Bandang Sitaro Tewaskan 16 Orang, 3 Masih Hilang

Sitaro

Menjaga Sangihe dari Penyelundupan: Saatnya Negara Hadir Lebih Tegas di Wilayah...

Suara Pembaca

Terkini