Sangihe, Lintasutara.com – Dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe pada Senin (8/6/2026) juga dirasakan cukup parah oleh warga Kampung Simueng, Kecamatan Tabukan Selatan.
Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Kampung Simueng yang disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebanyak 140 jiwa dari 39 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah yang ditimbulkan gempa tersebut.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.37 WITA itu berpusat di laut, sekitar 236 kilometer arah barat laut Tahuna. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka, kerusakan bangunan yang terjadi cukup signifikan.
Data sementara mencatat sebanyak 35 unit rumah mengalami kerusakan berat dan 4 unit rumah mengalami kerusakan ringan. Selain itu, satu unit fasilitas ibadah turut terdampak akibat kuatnya guncangan.
Kondisi ini memaksa seluruh warga terdampak meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman untuk berlindung.
Warga yang kini berada di lokasi pengungsian masih berharap bantuan serta penanganan cepat dari pemerintah dan berbagai pihak guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Meski kehilangan tempat tinggal, semangat gotong royong masyarakat Simueng tetap terlihat. Warga saling membantu dan menguatkan satu sama lain di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak, sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
Hingga saat ini, kondisi keamanan wilayah terus dipantau menyusul masih terjadinya sejumlah gempa susulan di kawasan Kepulauan Sangihe.
Data Dampak Gempa di Kampung Simueng:
Korban meninggal dunia: 0 orang
Korban luka-luka: 0 orang
Terdampak: 39 KK / 140 jiwa
Pengungsi: 140 jiwa
Rumah rusak berat: 35 unit
Rumah rusak ringan: 4 unit
Fasilitas ibadah terdampak: 1 unit
