Sangihe, Lintasutara.com – Pemilihan Hotel The Sentra, Minahasa Utara, sebagai lokasi Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026 Kabupaten Kepulauan Sangihe bukan tanpa alasan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Sangihe menyebut kebutuhan praktik lapangan dan ketersediaan sekolah mentor menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi pelatihan di luar daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Sangihe, Jew Wuatensemba Adriaan, menyampaikan klarifikasi tersebut kepada Lintasutara.com, Jumat (9/10/2026), menyusul pertanyaan publik terkait alasan pelatihan calon kepala sekolah dilaksanakan di Minahasa Utara.
Menurut Jew, pelatihan yang melibatkan 105 peserta membutuhkan dukungan 15 sekolah mentor untuk menunjang praktik kepemimpinan dan pembelajaran lapangan. Peserta dibagi ke dalam 15 kelompok, sehingga ketersediaan sekolah yang memenuhi kebutuhan praktik menjadi salah satu pertimbangan teknis dalam penentuan lokasi.
“Dengan jumlah peserta sebanyak 105 orang, pelatihan ini membutuhkan dukungan 15 sekolah mentor sebagai tempat praktik dan pembelajaran lapangan bagi peserta yang dibagi dalam 15 kelompok,” jelas Jew.
Ia menegaskan, penentuan lokasi tidak semata-mata berkaitan dengan tempat penyelenggaraan kegiatan, tetapi harus mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran yang menjadi bagian penting dari proses penyiapan calon kepala sekolah.
“Tujuan utama kami adalah mempersiapkan calon kepala sekolah yang profesional, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi mutu pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tegasnya.
Jew menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Sangihe berkomitmen memastikan pelatihan BCKS menghasilkan calon pemimpin sekolah yang memiliki kompetensi manajerial, kemampuan kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan.
Klarifikasi ini sekaligus menegaskan bahwa kebutuhan praktik dan dukungan sekolah mentor menjadi alasan teknis yang dikemukakan dinas dalam memilih lokasi pelatihan di Minahasa Utara. Namun, penjelasan tersebut juga menjadi bagian penting dari keterbukaan informasi kepada masyarakat agar pertimbangan penyelenggaraan kegiatan dapat dipahami secara utuh.
Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari kelancaran kegiatan, tetapi dari sejauh mana kompetensi para calon kepala sekolah meningkat dan berdampak nyata terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
