Sangihe, Lintasutara.com – Kabut asap memenuhi udara Kabupaten Kepulauan Sangihe beberapa hari belakangan, dengan nilai maksimum Organic Matter Aerosol Optical Depth mencapai 0,8154.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Lasut menyebutkan, hal ini merupakan imbas kebakaran di wilayah Papua Selatan, khususnya Merauke dan sekitarnya, terbawa pergerakan angin.
“Meskipun wilayah Sangihe cukup jauh dari titik sumber, sebaran partikel asap terpantau telah meluas ke sejumlah wilayah termasuk Maluku, Maluku Utara, sebagian besar Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Utara,” sebut Lasut via Whatsapp, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, sebaran asap di Sangihe sudah berdampak pada penurunan jarak pandang.
Berdasarkan pemutakhiran data observer BMKG pada pukul 14.00 Wita, jarak pandang di Sangihe berada pada angka 5 kilometer. Menurun dari angka normal 10 kilometer.
“Padahal, dari pantauan citra satelit cuaca, tidak ada awan-awan hujan yang menutupi wilayah tersebut, sehingga penurunan jarak pandang murni imbas partikel asap,” ujarnya.
Lasut menyatakan, sebaran asap sendiri sudah terdeteksi secara visual oleh BMKG sedari Minggu (11/10/2026), meski belum terasa signifikan.
“Perubahan yang cukup drastis baru terasa pada 12 Oktober, di mana penurunan jarak pandang terjadi secara cepat dari siang hingga sore hari,” tandasnya.
