Pulang untuk Mengabdi: Kisah Vebe Suku Merawat Harapan di Pulau Kawaluso

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan geografis Pulau Kawaluso, sebuah pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Sangihe, hadir sosok muda yang memilih mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat. Namanya Vebe Suku, A.Md.Kep, seorang tenaga kesehatan yang bertugas di Pustu Kawaluso.

Bagi sebagian orang, bekerja di daerah terpencil mungkin menjadi pilihan yang sulit. Namun bagi Vebe, pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan yang dijalani dengan penuh tanggung jawab. Sejak direkrut oleh pemerintah kampung dan dibiayai melalui dana desa, perempuan kelahiran 24 September 2002 ini menjadi salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan di Pulau Kawaluso.

Bagi sebagian orang, bekerja di daerah terpencil mungkin menjadi pilihan yang sulit. Namun bagi Vebe, pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan yang dijalani dengan penuh tanggung jawab. Sejak direkrut oleh pemerintah kampung dan dibiayai melalui dana desa, perempuan kelahiran 24 September 2002 ini menjadi salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan di Pulau Kawaluso.

Setiap hari, Vebe berhadapan dengan berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Dari melayani pemeriksaan kesehatan dasar, membantu penanganan pasien yang membutuhkan pertolongan pertama, hingga memberikan edukasi kesehatan kepada warga. Dalam kondisi fasilitas yang terbatas, ia dituntut untuk mampu bekerja dengan sigap dan penuh dedikasi.

Baca Juga:

Perjalanan pendidikan Vebe menunjukkan tekad yang kuat untuk menggapai cita-cita sebagai tenaga kesehatan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SD GMIST Pniel Kawaluso, ia melanjutkan studi di SMP Negeri 5 Tahuna dan SMK Negeri 1 Tahuna. Kecintaannya pada dunia kesehatan membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma III Keperawatan di Politeknik Negeri Nusa Utara.

Vebe
Vebe Suku Mengunjungi dan Melakukan Perawatan di Rumah Salah Satu Lansia Kawaluso yang Mengeluh Sakit (Foto : Gerald Kobis)

Bekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kini ia terapkan langsung di tengah masyarakat kampung halamannya. Pilihan untuk kembali mengabdi di daerah asal menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi sesama.

Selama sekitar satu tahun enam bulan bertugas di Pustu Kawaluso, Vebe telah menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan masyarakat. Kehadirannya memberikan rasa aman bagi warga yang membutuhkan bantuan medis, terutama di wilayah yang akses kesehatannya masih terbatas.

Di usia yang masih muda, Vebe menunjukkan bahwa pengabdian tidak mengenal usia. Dengan semangat dan ketulusan, ia menjadi representasi generasi muda Sangihe yang memilih kembali ke kampung halaman untuk membangun daerahnya.

Di balik senyum cerianya setiap hari, tersimpan harapan besar masyarakat Kawaluso. Harapan bahwa pelayanan kesehatan akan terus hadir, menjangkau setiap warga, dan memastikan bahwa masyarakat di pulau terluar tetap mendapatkan hak yang sama untuk hidup sehat.

Profil Singkat

Nama: Vebe Suku, A.Md.Kep
Tempat/Tanggal Lahir: 24 September 2002
Alamat: Kampung Kawaluso, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe
Profesi: Tenaga Kesehatan Pustu Kawaluso
Pendidikan Terakhir: D3 Keperawatan Politeknik Negeri Nusa Utara
Masa Pengabdian: 1 tahun 6 bulan
Status: Belum Menikah

“Menjadi tenaga kesehatan di pulau terluar bukan sekadar pekerjaan, tetapi tentang menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.”

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Menakar Keadilan dari Ketukan Palu Maut Pertama di PN Tahuna

Suara Redaksi

Pemkab Sangihe Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Pasca Gempa

Sangihe

4 Tokoh Muda Asal Sulut Masuk Jajaran DPP PIKI

Nasional

Gempa Susulan Sangihe Capai 314 Kali, BMKG Catat Tren Penurunan

Sangihe

Sosok Marvein Hontong, Politisi Muda di Kursi Panas DPRD

Suara Redaksi

Terkini