Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Terbit:

Sitaro, Lintasutara.com – Banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, meninggalkan duka mendalam. Salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam tersebut adalah Joanita Elina Bangsa, mahasiswa Program Studi Keperawatan, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar).

Kabar duka ini dibenarkan langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara, Ferdinand Gansalangi. Ia menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya salah satu mahasiswa aktif Polnustar akibat bencana banjir bandang.

“Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika Politeknik Negeri Nusa Utara, kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya salah satu mahasiswa kami, Joanita Elina Bangsa, serta seluruh korban lainnya dalam musibah bencana alam di Kabupaten Kepulauan Sitaro,” ujar Ferdinand.

Menurut pihak kampus, Joanita merupakan mahasiswa semester akhir yang dikenal aktif dan memiliki hubungan dekat dengan dosen maupun pengelola program studi.

Baca Juga:

Ketua Jurusan Kesehatan, Program Studi Keperawatan Polnustar, Christien Rambi, mengaku sangat terkejut dan terpukul atas peristiwa tersebut.

“Kami sangat kaget dan merasa sangat kehilangan. Joanita adalah mahasiswa yang sangat aktif, bahkan sering curhat. Ia bukan hanya mahasiswa, tapi sudah seperti keluarga,” ungkap Christien.

Ia menambahkan, almarhumah sempat berkomunikasi dan berjanji akan segera kembali ke kampus untuk melanjutkan serta menyelesaikan tugas-tugas akhirnya sebagai mahasiswa tingkat akhir.

“Dia sudah janjian akan pulang dan melanjutkan tugasnya. Tapi takdir berkata lain,” katanya dengan nada haru.

Banjir bandang di Siau terjadi secara tiba-tiba, dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan air sungai dan material lumpur menerjang permukiman warga. Selain merenggut nyawa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan memaksa sejumlah warga mengungsi.

Pihak Polnustar turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi duka, serta berharap kondisi di Kabupaten Kepulauan Sitaro dapat segera pulih pascabencana.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan situasi di Sitaro segera pulih dari musibah bencana alam ini,” tutup Ferdinand.

Bencana ini kembali mengingatkan rapuhnya kehidupan di wilayah kepulauan yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem, sekaligus meninggalkan catatan pilu tentang mimpi seorang mahasiswa yang harus terhenti sebelum sempat ditunaikan.

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sitaro

Sitaro

108 Warga Siau Timur Mengungsi dengan Pakaian di Badan

Sitaro

Terkini