108 Warga Siau Timur Mengungsi dengan Pakaian di Badan

Terbit:

Sitaro, Lintasutara.com – Hujan deras yang mengguyur Siau Timur sejak Minggu malam berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Sondang Lindongan III, Kelurahan Bahu. Sekitar pukul 02.30 WITA, Senin (5/1/2026), banjir bandang menerjang permukiman, memaksa warga berlarian menyelamatkan diri dalam gelap.

Sebanyak 108 jiwa dari 35 Kepala Keluarga kini mengungsi setelah rumah mereka terendam, rusak, bahkan terseret arus. Banyak warga meninggalkan rumah tanpa sempat menyelamatkan harta benda, hanya membawa pakaian yang melekat di badan.

Untuk sementara, para pengungsi dari Lingkungan III dan IV Kelurahan Bahu ditampung di Kantor Kelurahan Bahu, sebelum dipindahkan ke Museum Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur, yang dinilai lebih aman.

Deru air bercampur lumpur, batu, dan batang pohon dari perbukitan datang tiba-tiba, menutup akses jalan Bahu–Siau Timur Selatan dan menghancurkan permukiman di jalurnya. Lima unit rumah dilaporkan hilang, sementara keluarga korban masih menunggu kabar sanak saudara yang belum ditemukan.

Baca Juga:

Hingga saat ini, bencana tersebut menelan enam korban meninggal dunia, empat warga masih hilang, serta empat orang luka-luka. Tangis keluarga pengungsi pecah di lokasi penampungan, bercampur kecemasan akan hujan yang masih menggantung di langit Siau.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian korban dan evakuasi, sembari mengantisipasi potensi banjir dan longsor susulan.

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Pasca Magnitudo 7,7, Sangihe Diguncang 130 Kali Gempa Susulan

Sangihe

Menakar Keadilan dari Ketukan Palu Maut Pertama di PN Tahuna

Suara Redaksi

Masa Jabatan 99 Kapitalaung Berakhir Agustus, Ini Langkah Dinas PMDD Sangihe

Sangihe

Pemkab Sangihe Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Pasca Gempa

Sangihe

Hadiri Kawin Massal di Mohong Sawang, Bupati Sangihe Ingatkan Pentingnya Legalitas...

Sangihe

Terkini