Sitaro, Lintasutara.com – Ruang pertemuan Hotel Grand Whiz Manado, Minggu siang, 16 November, dipenuhi riuh rendah para atlet muda dari Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Ditengah sorak dan tepuk tangan, Bupati Chyntia I. Kalangit melepas 201 kontingen yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara ke-XII tahun 2025 di Kota Manado.
Dalam sambutannya, Chyntia, yang hadir mewakili Pemerintah Daerah bersama keluarga Tumbio–Kalangit serta Makainas–Sasiwu, menyampaikan kebanggaannya kepada 150 atlet dan 51 ofisial yang siap bertarung membawa nama daerah.
“Saya merasa bangga dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada 150 Atlet dan 51 Official dari 15 cabang olahraga (cabor) yang nantinya akan berpartisipasi dan berkompetisi mengharumkan nama daerah kita,” ujarnya.
Porprov kali ini menjadi momentum pembuktian. Pada 2022, di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sitaro menempati peringkat ke-11 dengan torehan 25 medali — empat emas, sembilan perak, dan dua belas perunggu. Emas datang dari empat cabor: wushu, karate, taekwondo, dan panjat tebing. Cabor wushu juga menjadi penyumbang terbesar medali perak.
Tahun ini, dari total 34 cabor dan 411 nomor yang dipertandingkan, Sitaro memilih turun di 15 cabor. Sebanyak 10 di antaranya hadir dalam acara pelepasan, sementara lima cabor lain akan menyusul ke Manado pada Senin, 17 November.
Porprov ke-XII akan resmi dibuka pada 19 November dengan tema “Satu Komando Berprestasi Untuk Sulawesi Utara Maju, Berkelanjutan.” Chyntia berharap tema itu menjadi suntikan energi bagi para atlet. “Tunjukkan bahwa kalian mampu dan bisa untuk menggapai impian yang kalian dambakan selama ini, yaitu meraih prestasi setinggi-tingginya,” ujarnya.

Ia optimistis pencapaian Sitaro dapat melampaui hasil tiga tahun lalu. “Target medali emas, kalau boleh meningkat dari sebelumnya hanya 4 medali emas, boleh naik menjadi 5 atau 6 medali emas dengan perkenanan Tuhan, bukan tidak mungkin target kita, yaitu 6 medali emas akan terlampaui,” katanya.
Pemerintah daerah, sambung Chyntia, juga memberikan jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh atlet dan official. Kebijakan itu disebutnya sebagai wujud kepedulian dan motivasi tambahan bagi kontingen Sitaro. “Semoga kita semua bisa meraih yang terbaik, tunjukkan kepada dunia bahwa kalian mampu dan bisa, demi untuk SITARO MASADADA.”
Manager Kontingen, Bob Wuaten, mengonfirmasi seluruh atlet telah tercakup perlindungan BPJS. “Dan ini mungkin baru Kabupaten Kepulauan Sitaro yang melakukannya,” katanya. Ia juga berharap penghargaan bagi atlet berprestasi dapat dilanjutkan oleh KONI atau pemerintah daerah.
Terkait keberangkatan, Wuaten menjelaskan strategi efisiensi anggaran. Atlet yang bertanding pada 17 dan 18 November sudah tiba lebih awal di Manado, sementara sisanya masih berada di Sitaro. “Setiap cabor itu minimal H-2 sudah ada di Manado sehingga hal ini bisa menghemat pembiayaan,” ujarnya.
Dengan semangat yang dibalut tekad dan disiplin, kontingen Sitaro kini siap bertarung. Target enam emas bukan sekadar angka, tetapi tantangan yang ingin dijawab oleh putra-putri dari Negeri Empat Puluh Tujuh Pulau itu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sitaro, Zelnie Mandan beserta jajaran Dinas Pendidikan dan sejumlah Kepala OPD Sitaro.
(Penulis / Editor : Boni Baganu)
