Sitaro, Lintasutara.com – Pasokan listrik di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), perlahan menunjukkan tanda penguatan. Pemerintah daerah mulai mengurai persoalan defisit daya yang selama ini membayangi aktivitas warga, terutama melalui penambahan infrastruktur pembangkit berskala mobile.
Selasa (14/4/2026), satu unit mobile genset berkekuatan 250 KVA tiba secara bertahap di Pelabuhan Pehe, Siau Barat. Kehadiran perangkat itu bukan sekadar tambahan teknis, melainkan bagian dari upaya sistematis memperkuat keandalan listrik di wilayah kepulauan yang selama ini rentan gangguan.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, meninjau langsung kedatangan genset tersebut bersama pihak ULP PLN Siau. Pemerintah daerah, menurut dia, terus mendorong kolaborasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik lebih stabil.
“Kita bersyukur sinergi antara pemerintah daerah dan PLN terus dioptimalkan. Kemarin salah satu bagian yang mengalami kendala telah diperbaiki. Dalam waktu dekat juga akan ada lagi penambahan mesin berkekuatan 250 KVA,” ujar Bupati.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi bertahap untuk menutup celah kekurangan daya yang kerap memicu pemadaman. Di wilayah kepulauan seperti Sitaro, distribusi energi memang menghadapi tantangan geografis sekaligus keterbatasan infrastruktur.
Chyntia menilai, percepatan penanganan persoalan listrik tak lepas dari dukungan pemerintah pusat. Intervensi itu, kata dia, memberi ruang bagi daerah untuk mengejar ketertinggalan layanan dasar.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Ara (Menteri PKP RI, Maruarar Sirait) yang telah membantu kami saat berkunjung ke Pulau Siau,” pungkasnya.
Tambahan mobile genset ini diharapkan menjadi penopang sementara sekaligus solusi taktis untuk menjaga kontinuitas listrik. Di sisi lain, pemerintah daerah masih dituntut memastikan langkah jangka panjang agar kebutuhan energi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Sitaro dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
