Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Wamen Diktisaintek Kunjungi UNIMA, Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Terbit:

Minahasa, Lintasutara.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke Universitas Negeri Manado (UNIMA), Kamis (17/7/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Wamen disambut langsung oleh Rektor UNIMA, Dr. Joseph Kambey, SE., Ak., MBA., bersama jajaran pimpinan kampus di ruang rapat pimpinan lantai II Kantor Pusat UNIMA.

Dalam dialog terbuka, Rektor memaparkan sejumlah capaian dan tantangan yang tengah dihadapi UNIMA, termasuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“UNIMA saat ini memiliki 112 mahasiswa aktif pada program PPG, dan ribuan guru dalam jabatan mengikuti tahap I dan II. Namun, infrastruktur masih menjadi tantangan besar,” ujar Rektor Kambey.

Ia menyebut beberapa gedung perkuliahan masih dalam status Kontrak Dalam Proses (KDP) dan tengah dalam pemeriksaan inspektorat.

Baca Juga:

Rektor juga memaparkan langkah konkret UNIMA dalam mendukung program Kampus Berdampak. Salah satunya dilakukan di wilayah terdampak erupsi Gunung Ruang di Kepulauan Sitaro, di mana 100 dosen dikirim melakukan pengabdian langsung melalui LPPM UNIMA.

Selain itu, dosen FMIPAK, Dr. Emma M. Moko, telah mengembangkan produk pengganti artifisial sebagai solusi krisis pangan usai mengikuti pelatihan ketahanan pangan.

“Kami ingin memastikan peran kampus terasa nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah bencana dan tertinggal,” tutur Kambey.

Menanggapi pemaparan itu, Wamen Prof. Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir dengan dampak nyata, bukan sekadar rutinitas seremonial.

“Kerja dosen harus berdampak langsung pada ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Jangan generik, harus spesifik dan relevan dengan kebutuhan lokal,” tegasnya.

Ia menyoroti ketatnya persaingan lulusan saat ini, berbeda dengan era 70-80an di mana lulusan langsung terserap kerja. Menurutnya, solusi ada pada penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri, dan komunitas lokal.

“Kampus harus jadi penggerak pembangunan. Kalau UNIMA bisa hadirkan riset terstruktur dan sesuai kebutuhan lokal, dampaknya akan luar biasa,” tambahnya.

Wamen juga mendorong agar pengabdian masyarakat dosen diarahkan dalam bentuk skema prioritas nasional, agar program kampus benar-benar menyasar transformasi sosial dan pembangunan berkelanjutan.

“Kalau ini bisa dilakukan, UNIMA bisa jadi pelopor kampus berdampak. Bukan sekadar hadir, tapi memberi resonansi kuat bagi perubahan sosial,” pungkas Prof. Fauzan.

(Andra)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Nusa Utara dalam Pusaran RTRW Sulut: Provinsi Baru atau Ilusi yang...

Suara Sangihe

Kasus Dana Bencana Gunung Ruang Sitaro, Kajati Sulut: Saya Pastikan Ada...

Daerah

Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Kembali Diperiksa Kejati Sulut

Daerah

Bupati Sitaro Penuhi Pemeriksaan Lanjutan di Kejati sebagai Saksi Kasus DSP...

Sitaro

Regina Toasyana Sinedu: Suara Muda dari Perbatasan yang Menembus Dunia Diplomasi

Profil

Terkini