Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

KPK Tetapkan Menteri KKP Edhy Prabowo Tersangka

Terbit:

Nasional, LintasUtara.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi, berupa penerimaan hadiah terkaitan perijinan tambak atau perijinan usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Selain Edhy, ada 6 orang lainnya yang ikut ditetapkan KPK sebagai tersangka, dari total 17 orang yang sebelumnya telah diamankan dalam Ooperasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

“KPK menetapkan total 7 orang tersangka dalam kasus ini. EP sebagai penerima,” ungkap Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (25/11/2020) malam.

Penetapan ketujuh orang ini sebagai tersangka kata Nawawi berdasarkan unsur kelengkapan alat bukti yang dipenuhi.

“Dalam gelar perkara ini, disimpulkan bahwa sejauh ini baru 7 orang yang disebutkan memenuhi minimal pembuktian dua alat bukti,” lanjut Nawawi.

Baca Juga:

“Tidak tertutup kemungkinan, bisa saja ada penambahan,” imbuhnya.

Berikut ini nama-nama ketujuh tersangka:

Sebagai Penerima:

  1. EP (Edhy Prabowo) sebagai menteri KKP;
  2. SAF (Safri) sebagai Stafsus Menteri KKP;
  3. APM (Andreau Pribadi Misanta) sebagai Stafsus Menteri KKP;
  4. SWD (Siswadi) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
  5. AF (Ainul Faqih) sebagai Staf istri Menteri KKP;
  6. AM (Amiril Mukminin)

Sebagai pemberi:

7. SJT (Suharjito) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP).

(AM)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Regina Toasyana Sinedu: Suara Muda dari Perbatasan yang Menembus Dunia Diplomasi

Profil

Bupati Sitaro Penuhi Pemeriksaan Lanjutan di Kejati sebagai Saksi Kasus DSP...

Sitaro

Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Kembali Diperiksa Kejati Sulut

Daerah

Nusa Utara dalam Pusaran RTRW Sulut: Provinsi Baru atau Ilusi yang...

Suara Sangihe

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Terkini