Aktivitas Gunung Ruang Turun Jadi Siaga, Potensi Erupsi Masih Bisa Terjadi

Terbit:

Lintasutara.com – Status aktivitas Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) telah mengalami penurunan dari Level IV menjadi Level III (Siaga), demikian hasil evaluasi berdasarkan data visual dan instrumental.

Kristianto, Ketua tim tanggap darurat erupsi Gunung Ruang dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan bahwa pasca erupsi pada 30 April, pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi hingga saat ini.

Evaluasi dilakukan berdasarkan data visual serta data instrumental yang diperoleh melalui penggunaan alat seismograf yang dipasang di Gunung Ruang dan Pulau Tagulandang. Meskipun masih terjadi fluktuasi, terdapat tren penurunan aktivitas gunung tersebut.

“Ada tiga alat seismograf yang kita pasang, satu di Gunung Ruang dan dua di Pulau Tagulandang. Dari data tersebut, kami melihat tren penurunan jumlah kegempaan, terutama yang sifatnya berhubungan dengan suplai magma atau kegempaan vulkanik,” ungkapnya saat diwawancarai di Pos Pemantau Gunung Ruang, Kampung Tulusang, pada hari Senin (13/05).

Baca Juga:
aktivitas gunung ruang
Hasil pemantauan dan evaluasi Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan penurunan status aktivitas aktivitas gunung Ruang menjadi level III Siaga (Foto: Boni).

Menyusul hasil evaluasi tersebut, tim tanggap darurat erupsi Gunung Ruang dan tim ahli Badan Geologi di Bandung merekomendasikan penurunan status aktivitas gunung tersebut. “Hasil evaluasi yang diputuskan oleh Pusat pada hari ini diturunkan menjadi Level III atau Siaga,” lanjutnya.

Meskipun telah turun menjadi Level III (Siaga), Kristianto menekankan bahwa potensi erupsi dalam skala besar masih dapat terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

“Dalam status Siaga ini, masih ada potensi bahaya yaitu erupsi yang menghasilkan lontaran material dan abu vulkanik, yang sebarannya tergantung pada arah dan kecepatan angin. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak memasuki radius 4 kilometer sesuai dengan rekomendasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kristianto menyampaikan data aktivitas gunung yang tercatat mulai dari tanggal 1 Mei hingga 13 Mei, di antaranya terdapat 2 kali kegempaan erupsi, 22 kali gempa hembusan, dan 91 kali gempa vulkanik dangkal.

“Kemudian ada 29 kali gempa vulkanik dalam, 6 kali gempa tektonik lokal, 56 kali gempa tektonik jauh, dan gempa tremor secara terus menerus yang amplitudonya menurun menjadi sekitar 2 milimeter pada tanggal 13,” tandasnya.(Boni)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Pasca Magnitudo 7,7, Sangihe Diguncang 130 Kali Gempa Susulan

Sangihe

Menakar Keadilan dari Ketukan Palu Maut Pertama di PN Tahuna

Suara Redaksi

Pemkab Sangihe Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Pasca Gempa

Sangihe

Ini Daftar Warga Kawio yang Rumahnya Rusak

Sangihe

Masa Jabatan 99 Kapitalaung Berakhir Agustus, Ini Langkah Dinas PMDD Sangihe

Sangihe

Terkini