7 Kecamatan di Sangihe Terdampak Air Pasang dan Gelombang Tinggi

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Sejumlah wilayah pesisir Sangihe rusak imbas bencana air pasang dan gelombang tinggi yang terjadi Kamis (27/10/2022).

Dari data sementara yang bisa dikantongi BPDB Sangihe, kerusakan terjadi di tujuh kecamatan se Kabupaten Kepulaun Sangihe.

Hal ini disampaikan Kepala Badan (Kaban) Penanggulangan Bencana Daerah Sangihe Wandy Labesi diruang kerjanya, Jumat (28/10/2022).

“Dari laporan yang masuk ke kami, tujuh kecamatan yang terdampak yakni Tamako, Tahuna, Tahuna Timur, Tahuna Barat, Nusa Tabukan, Kendahe dan Marore dan saat ini dan saat ini sementara ditangani baik oleh Pemerintah Kampung/Kelurahan, Kecamatan hingga Kabupaten,” sebut Labesi.

Baca Juga:

Khusus untuk Pemerintah Kabupaten, Labesi menyebutkan sudah ada koordinasi untuk menangani pengungsi yang hingga saat ini angkanya mulai mendekati 600 orang.

“Untuk kecamatan Tamako, karna jumlah pengungsinya lebih dari 300 orang, kita sudah mengadakan dapur umum sedangkan untuk kecamatan yang lain akan diintervensi dengan bantuan pangan,” sebutnya.

Saat ini lanjutnya, BPBD masih terus berkoordinasi untuk mendapatkan data valid terkait data jumlah korban danpun jumlah kerusakan imbas bencana air pasang dan gelombang tinggi.

“Kami berharap teman-teman baik di Kampung / Kelurahan maupun Kecamatan bisa memberikan data yang valid. Tim kamipun sudah turun ke lokasi-lokasi untuk dapat membantu di lapangan,” kuncinya.

(Gr)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Pdt. Rovie Mardesa, Perpaduan Pengalaman Pastoral dan Organisasi Menuju Sekum GMIST...

Sangihe

Suksesi Sekda Sangihe Bergulir, 2 Pejabat Mundur dari Persaingan

Sangihe

Hasil RDP Dengan IKISST, Komisi III DPRD Sulut Batalkan Pemberlakuan Tarif...

Daerah

Rekam Jejak Pelayanan Pemuda GMIST, Feybe Madonsa Menguat sebagai Penerus Adriaan

Sangihe

BREAKING NEWS: Sejarah Pilkades Sangihe, Kotak Kosong Menang di Kampung Rendingan

Sangihe

Terkini