TIFF Perlu Dievaluasi, Kadispar Tomohon Enggan Dikonfirmasi?

Terbit:

Tomohon, LintasUtara.com — Pemerintah Kota Tomohon akhirnya telah selesai menggelar Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) 2022.

Kegiatan yang masuk dalam kalender kharisma Event Nusantara ini, mendapatkan catatan kritis dari Ketua DPRD Kota Tomohon, Djemmy Sundah.

Menurut Sundah, pelaksanaan kegiatan besar ini harus dievaluasi agar kedepannya dapat lebih baik.

Evaluasi yang dimaksudnya, yakni pertama, terkait daftar undangan untuk calon peserta parade mobil hias yang berasal dari Propinsi dan kabupaten/kota agar dilaksanakan sebelum penetapan APBD tahun anggaran 2023.

Baca Juga:

Karena, kata Sundah, akan jadi kendala apabila peserta yang akan mengikuti parade itu tidak tertata pada anggaran.

“Apalagi saat ini untuk 1 kendaraan hias hampir 100 juta anggarannya,” katanya.

Kedua, terkait Panitia TIFF harusnya dapat dipersiapkan lebih awal, supaya promosi TIFF dan persiapan lainnya akan lebih maksimal.

Ketiga, terkait pemanfaatan bunga produksi petani Tomohon.

“Karena kalau memanfaatkan bunga dari luar maka salah satu tujuan pelaksanaan TIFF ini tidak sesuai dengan tujuan awal,” ujarnya.

Keempat, TIFF seharusnya menjadi bentuk pemulihan ekonomi pasca covid-19 dengan terbukanya tempat wisata maupun penginapan dan restoran yang ada di Kota Tomohon.

Dari penelusuran awak media ini, ada 2 lokasi wisata yang dibangun dengan pinjaman dana PEN, denga anggaran memakan miliaran rupiah namun tidak difungsikan pada saat TIFF berlangsung.

Yakni tempat wisata Tekaan Telu (Pitu Baru), dengan anggaran Rp5.097.000.000. Dan tempat wisata Air Terjun Batu Lapis Tambulinas dengan anggara Rp2.134.000.000.

Ketika hendak dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata Tomohon enggan menemui awak media yang mendatangi kantornya, pada Senin (22/8/2022).

(Dede)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Hasil RDP Dengan IKISST, Komisi III DPRD Sulut Batalkan Pemberlakuan Tarif...

Daerah

BREAKING NEWS: Sejarah Pilkades Sangihe, Kotak Kosong Menang di Kampung Rendingan

Sangihe

Maariwuth: Kebijakan Biadab Manajer PT. PELINDO sangat Menyusahkan Warga Nusa Utara

Suara Pembaca

Penatua Feybe Indriani Madonsa, Aktivis Pemuda Gereja yang Bertumbuh dalam Pelayanan...

Profil

Calon Kapitalaung Bengketang Ajukan Keberatan, Panitia Kabupaten Tegaskan Batas Waktu

Sangihe

Terkini