Adegan Banting Gelas Jadi ‘Bumbu’ Pembahasan LKPJ Bupati Sangihe

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Rapat gabungan Komisi DPRD Sangihe dengan agenda Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Kepulauan Sangihe Tahun anggaran 2021, suasananya terlihat berbeda dari rapat- rapat sebelumnya bahkan cenderung panas hingga dibumbuhi adegan banting gelas dari Sekretaris Komisi II Max Pangimangen.

Dari pantauan Lintasutara.com di ruang rapat DPRD sangihe, adegan banting gelas berawal dari interupsi kader partai Gerindra Max Pangimangen terhadap sesama anggota DPRD dari Partai Perindo Ferdy Sinedu yang juga Wakil Ketua Komisi II sedang berbicara namun ditolak pimpinan rapat.

Situasi pun memanas manakala Pangimangen mendapat kesempatan berbicara yang sekaligus menyoroti apa yang disampaikan Sinedu.

Sehingga terjadi adu argumen di antara kedua Aleg yang sama- sama terkenal vokal ini hingga menjurus ke hal- hal bersifat pribadi. Tiba- tiba terdengar suara darrrrr… Ternyata ada adegan banting gelas yang dilakukan oleh Max Pangimanen

Baca Juga:

Akibat adegan tersebut, rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Michael Thungari, diskors kurang lebih 20 menit untuk mengademkan suasana.

Baca Juga: Rekomendasi DPRD Sangihe Terkait Status Hutan Lindung Eneratu dan Kendahe

Sementara itu, Ketua DPRD Josephus Kakondo saat dimintai tanggapannya usai rapat mengatakan, apa yang terjadi antara Max Pangimangen dan Ferdy Sinedu hingga berbuntut aksi banting gelas merupakan sebuah dinamika.

“Rapat di lembaga ini (DPRD) tidak selalu datar, ada saat pasti memanas sebab sering kali terjadi perbedaan pendapat dari masing-masing anggota dewan dalam mengajukan pendapatnya, itu hal biasa,” jelas Kakondo, Rabu (6/4/2022).

“Apa yang terjadi antara pak Max dan Pak Ferdy hanya dinamika rapat saja, buktinya saat rapat diskors, keduanya langsung saling merangkul dan tertawa di belakang ruang rapat,” jelas mantan Sekretaris Daerah ini.

Namun, suasana memanas akibat adu argumen diakhiri dengan adegan banting gelas ini, mendapat celetupan berbeda dari yang ada di ruangan menyaksikan episode panas tersebut.

“Bisa jadi ini hanya sinetron dari keduanya biar kelihatan rapat ini berdinamika. Kenapa seperti itu? mengingat mereka berdua pimpinan komisi yang sama sehingga besar kemungkinan hal ini diciptakan, tapi tujuannya hanya mereka berdua yang tahu,” imbuh salah satu yang hadir sambil mewanti agar namanya tidak dipublish.

(ts)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Menakar Keadilan dari Ketukan Palu Maut Pertama di PN Tahuna

Suara Redaksi

Pasca Magnitudo 7,7, Sangihe Diguncang 130 Kali Gempa Susulan

Sangihe

Pemkab Sangihe Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Pasca Gempa

Sangihe

Ini Daftar Warga Kawio yang Rumahnya Rusak

Sangihe

Sosok Marvein Hontong, Politisi Muda di Kursi Panas DPRD

Suara Redaksi

Terkini