Sangihe, Lintasutara.com – Suksesi Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) tahun 2026 menjadi momentum penting untuk menentukan arah pelayanan gereja ke depan. Di tengah dinamika tersebut, nama Pdt. Rovie Fence Mardesa, M.Teol patut diperhitungkan sebagai salah satu figur potensial untuk posisi Sekretaris Umum (Sekum) BPMS GMIST.
Rekam jejak pelayanan yang mencakup tugas pastoral, kepemimpinan jemaat, pelayanan struktural sinode, pengembangan teologi, komunikasi, hingga penanganan bencana menjadi modal yang memperkuat kapasitasnya. Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatan dalam berbagai dimensi pelayanan gereja, baik di tingkat jemaat maupun dalam lingkup organisasi.
Dari Pelayanan Jemaat hingga Struktur Sinode
Perjalanan pelayanan Pdt. Rovie Fence Mardesa dimulai dengan menjalankan tugas sebagai Vikaris GMIST Jemaat Smirna Bira, Resort Tagulandang. Pengalaman awal ini menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya dalam pelayanan pastoral dan kehidupan bergereja.
Ia kemudian dipercaya melayani sebagai pendeta jemaat di sejumlah tempat, yakni GMIST Jemaat Betlehem Bulangan, GMIST Jemaat Bukit Horeb Batumawira, dan GMIST Jemaat Ebenhaeser Toang.
Selain menjalankan tugas pastoral, Mardesa juga pernah mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIST Jemaat Bukit Horeb Batumawira, Resort Tagulandang. Posisi tersebut berkaitan langsung dengan kepemimpinan jemaat, koordinasi pelayanan, serta pengelolaan kehidupan organisasi gerejawi di tingkat lokal.
Pengalaman itu menjadi bekal penting bagi seorang figur yang diproyeksikan menempati jabatan strategis dalam struktur sinode, yang menuntut kemampuan menghubungkan kebijakan organisasi dengan kebutuhan nyata jemaat.
Berpengalaman dalam Pelayanan Struktural dan Pengembangan Teologi
Di tingkat organisasi, Mardesa memiliki pengalaman sebagai Sekretaris Departemen (Sekdep) Pengembangan Teologi dan Komunikasi serta Sekretaris Bidang (Sekbid) Misi.
Dua bidang tersebut memiliki relevansi dengan tantangan pelayanan gereja masa kini. Pengembangan teologi membutuhkan kedalaman pemahaman iman dan kemampuan merespons perubahan zaman, sementara komunikasi dan misi menuntut keterampilan menyampaikan pesan gereja serta memperluas jangkauan pelayanan.
Pengalaman dalam struktur tersebut menjadi salah satu aspek yang layak dipertimbangkan dalam menilai kapasitasnya sebagai calon Sekum BPMS GMIST 2026.
Jabatan Sekretaris Umum bukan sekadar posisi administratif. Peran ini menuntut ketertiban tata kelola organisasi, koordinasi antarpelayanan, kesinambungan program, serta komunikasi yang efektif antara pimpinan sinode dan seluruh jajaran pelayanan gereja.
Karena itu, pengalaman dalam bidang teologi, komunikasi, dan misi dapat menjadi modal relevan bagi Mardesa untuk menjalankan tanggung jawab tersebut, apabila memperoleh kepercayaan dalam proses pemilihan.
Tetap Melayani di Tengah Tanggung Jawab yang Beragam
Dalam perjalanan pelayanannya, Mardesa juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua MPJ GMIST Jemaat Kanaan Mahena serta melayani sebagai Pendeta Jemaat GMIST Jemaat Mahanaim Lelepu, Resort Tahuna.
Di luar pelayanan pastoral dan struktural, ia turut mengambil bagian dalam pelayanan literasi rohani sebagai Pemimpin Redaksi Renungan GMIST Mercusuar.
Tanggung jawab tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam pengelolaan media refleksi iman yang berperan mendukung kehidupan spiritual warga gereja. Pengalaman editorial juga relevan dengan kebutuhan komunikasi kelembagaan, penyusunan pesan organisasi, dan penyampaian informasi pelayanan secara terarah.
Tak hanya itu, Mardesa tercatat pernah mengemban tugas sebagai Ketua Tim Tanggap Bencana GMIST. Pengalaman ini menempatkan pelayanan gereja dalam konteks yang lebih luas, yakni kehadiran di tengah masyarakat yang menghadapi situasi darurat dan membutuhkan solidaritas serta respons kemanusiaan.
Perpaduan pengalaman pastoral, organisasi, komunikasi, dan tanggap bencana menjadi rangkaian rekam jejak yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melihat kapasitas kepemimpinannya.
Sekum yang Dibutuhkan untuk Menjawab Tantangan Zaman
Dalam konteks suksesi BPMS GMIST 2026, figur Sekretaris Umum idealnya tidak hanya memiliki kemampuan administrasi, tetapi juga kecakapan koordinasi, integritas, komunikasi yang terbuka, serta pemahaman terhadap kebutuhan pelayanan gereja di berbagai wilayah.
Tantangan tersebut membutuhkan sosok yang mampu menjaga kesinambungan program, memperkuat sinergi antarpelayanan, serta membantu memastikan keputusan organisasi diterjemahkan menjadi langkah nyata.
Dengan rekam jejak yang melintasi pelayanan jemaat, struktur sinode, pengembangan teologi, komunikasi, misi, media rohani, dan tanggap bencana, Pdt. Rovie Fence Mardesa, M.Teol memiliki pengalaman yang relevan untuk dipertimbangkan sebagai salah satu calon ideal Sekretaris Umum BPMS GMIST 2026.
Pada akhirnya, kelayakan seorang calon tidak hanya ditentukan oleh panjangnya daftar jabatan yang pernah diemban. Integritas, visi pelayanan, kemampuan bekerja bersama, serta komitmen terhadap kepentingan seluruh jemaat akan menjadi faktor penting dalam menentukan kepercayaan.
Suksesi 2026 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan kesempatan untuk memperkuat tata kelola dan arah pelayanan GMIST. Dalam proses itu, rekam jejak dan kapasitas setiap figur perlu dinilai secara objektif demi masa depan gereja yang semakin melayani, solid, dan relevan dengan kebutuhan umat.
