Manado, Lintasutara.com — Tiga atlet putri panjat tebing asal Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Christiani Alfa Mumu, Christiana Omega Mumu, dan Syalomitha Pesik, kembali mendapat kepercayaan memperkuat kontingen Sulawesi Utara pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur XX Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) 2026 di DKI Jakarta, 18–22 Juni 2026.
Keikutsertaan ketiga atlet muda tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan jangka panjang panjat tebing Sulawesi Utara. Menjelang keberangkatan, pengurus FPTI Sulawesi Utara memastikan para atlet berada dalam kondisi siap bertanding, baik secara fisik, teknik, maupun mental.
Sekretaris FPTI Sulawesi Utara, Said Banteng, mengatakan persiapan telah im lakukan melalui pemusatan latihan meski dalam waktu yang relatif singkat. Menurut dia, aspek mental menjadi perhatian utama karena para atlet yang akan berangkat merupakan bagian dari generasi penerus panjat tebing Sulawesi Utara.
“Kita telah mempersiapkan atlit ini dalam sebuat pelaihan terpusat walaupun singkat. Yang paling penting adalah kesiapan mental mereka. Karena memang adik-adik ini adalah atlit mudah yang menjadi atlit masa depan nanti untuk provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya usai pelepasan kontingen di Taman Berkat Manado, Sabtu, 13 Juni 2026.
Said menuturkan, Kejurnas Kelompok Umur tidak hanya menjadi arena persaingan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan menuju ajang yang lebih besar, seperti Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Dan Kejuaraan Kelompok Umur ini merupakan salah satu even untuk trai out mereka untuk persiapan jangka panjang Pra PON maupun PON. Sehingga kemudian yang paling penting yang kita siapkan adalah mental mereka selain fisik dan teknis,” kata Said.
Menurut dia, pengalaman bertanding di level nasional memiliki peran penting dalam membentuk karakter atlet muda sekaligus meningkatkan daya saing mereka saat menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Target kita adalah mereka mampu beradaptasi dengan kompetisi-kompetisi nasional, karena yang paling penting itu ketika kita bicara kompetisi nasional mental itu menjadi hal yang paling berpengaruh untuk berprestasi,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kesiapan fisik dan teknik tidak akan maksimal tanpa dukungan mental yang kuat.
“Secara fisik maupun teknik sudah cukup tapi kalau mentalnya juga tidak kuat maka ini yang juga berpengaruh terhadap psikologi mereka, dan secara target yang paling penting mereka melakukan yang terbaik saja dulu,” lanjut Said.
FPTI Sulawesi Utara, kata dia, menargetkan pembinaan atlet usia muda saat ini dapat menjadi fondasi untuk meraih prestasi pada PON 2028.
“Kita berharap panjat tebing Sulawesi Utara kedepan untuk PON 2028 nanti kita bisa meraih podium dan itu target kita,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Pelatih Panjat Tebing Sulawesi Utara, Marthin Makarunggala. Ia menilai kesiapan kontingen Sulawesi Utara sudah cukup matang setelah menjalani program latihan intensif selama beberapa pekan.
“Untuk kesiapan pengurus dan atlit FPTI Sulawesi Utara dalam menghadapi Kejurnas di DKI Jakarta sudah mantap karena sudah melaksanakan latihan pemusatan daerah di training center yang berlokasi di dinding panjat Taman Berkat Manado kurang lebih lima minggu sebelumnya para atlit juga telah melakukan latihan secara mandiri di daerah mereka,” jelasnya.
Marthin mengatakan ketiga atlet asal Sitaro tersebut terpilih berdasarkan prestasi yang mereka torehkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara.
“Dan ketiga atlit ini terpilih karena capaian prestasi kemarin pada saat multi even provinsi Sulawesi Utara yaitu Porprov. Mereka peringkat teratas dari atlit-atlit dari Kabupaten lain,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kemampuan fisik dan teknik, tim pelatih juga memberi perhatian khusus pada kesiapan mental para atlet sebelum tampil di Jakarta.
“Memang kami dari pelatih menggenjot fisik dan teknik. Namun yang utama adalah mental mereka sehingga para atlit ini sudah siap belaga di Kejurnas,” ujarnya.
Ia berharap keikutsertaan atlet-atlet muda Sulawesi Utara pada Kejurnas dapat menjadi momentum penting untuk menatap Pra PON dan PON 2028.
“Harapan kami mampu mengangkat nama Sulawesi Utara lewat olahraga panjat tebing karena ini adalah momentum yang baik untuk melangka dalam hal persiapan Pra PON dan PON di tahun 2028 mendatang,” ungkapnya.
Kontingen panjat tebing Sulawesi Utara dilepas langsung oleh Ketua FPTI Sulawesi Utara, dr. Richard Sualang, dalam sebuah acara sederhana di Taman Berkat Manado. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado Bonyx Yusak Saweho, pengurus FPTI Sulawesi Utara, orang tua atlet, serta pelatih panjat tebing Kabupaten Kepulauan Sitaro, Taufik Baculu.
Ketiga atlet asal Sitaro itu bukan pendatang baru di level nasional. Pada 2025 lalu, Christiani Alfa Mumu, Christiana Omega Mumu, dan Syalomitha Pesik juga mewakili Sulawesi Utara pada Kejuaraan Nasional Kelompok Umur XIX di Kota Tangerang. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi mereka saat menghadapi persaingan dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi pada Kejurnas tahun ini.
