Ditangan Bayu Suharto, PSDKP Tahuna Sukses ‘Perangi’ Kapal Asing Pencuri Ikan

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Semenjak dipercayakan sebagai Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahuna, Bayu Suharto seakan menabuh gendang perang terhadap kapal asing pelaku pencuarian ikan di wilayah perbatasan paling utara.

Terbaru, PSDKP Tahuna kembali berhasil menangkap dua kapal ikan asing (KIA) berbendera Filipina yang melakukan penangkapan ikan ilegal di Perairan Teritorial Kepulauan Talaud, Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 716, Laut Sulawesi.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Dr. Pung Nugroho Saksono, menyatakan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan bukti nyata komitmen PSDKP dalam menjaga aktivitas ilegal yang merugikan sumber daya kelautan Indonesia.

“Kedua kapal asal Filipina ini saat diperiksa tidak memiliki dokumen perizinan apapun dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan penangkapan ikan,” ujar Saksono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/11/2024).

Baca Juga:

Dua kapal tersebut masing-masing berukuran 2 GT dan 3 GT, diawaki oleh nakhoda berkebangsaan Filipina dengan inisial LNJ dan FPC, serta 7 awak kapal lainnya yang juga berkewarganegaraan Filipina.

Kepala Stasiun PSDKP Tahuna, Bayu Suharto, menjelaskan bahwa dengan menggunakan Kapal Pengawas (KP) Hiu 15, pihaknya berhasil menghentikan, memeriksa, dan menahan dua kapal ikan asing pada 16 dan 17 November 2024 di Perairan Teritorial Kepulauan Talaud.

“Kerugian negara yang ditimbulkan dari aktivitas penangkapan dan pengangkutan ikan oleh kedua kapal ini menuju Gensan, Filipina, sepanjang tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp450 juta,” ujar Bayu.

“Para pelaku akan diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka,” sambungnya.

Kedua kapal tersebut kemudian dikawal menuju Stasiun PSDKP Tahuna, di mana tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan akan menerima pelimpahan berkas perkara, para awak kapal, serta barang bukti dari nakhoda KP Hiu 15.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menginstruksikan Ditjen PSDKP untuk terus menindak tegas para pelaku illegal fishing agar sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia dapat terjaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

(Ts)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Refleksi Hari Kartini: Juita Baraming, Perempuan Sangihe yang Menata Harapan Lewat...

Sangihe

Kadis PUPR Bitung Kuat Dugaan Hilangkan Proyek Jalan Lingkar Lembeh 4,8...

Daerah

Kantor PMD Sangihe Digeledah, Kejari Buru Dokumen Korupsi Dana Desa

Sangihe

Panas di Internal PKB Sangihe! Dukungan Bulat PAC ke Ristam, Sahapudi...

Sangihe

Lebih dari Kunjungan Menteri: Membaca Arah Pembangunan Sitaro

Suara Redaksi

Terkini