Belum Lama Dikerjakan, Aspal Baru di GPI Sudah Rusak! Apa Kabar Perkim Manado?

Terbit:

Manado, Lintasutara.com – Aspal Hotmix jalan GPI yang baru dikerjakan akhir tahun 2022 oleh PT Manimporok Manguni Maesa sudah rusak.

Diketahui anggaran pekerjaan Asapal Hotmix tersebit diambil dari Pembangunan pemugaran/peremajaan permukiman kumuh Kecamatan Mapanget-Tuminting-Bunaken dengan anggaran Rp. 15.171.581.000 (Lima Belas Miliar Seratus Tujuh Puluh Satu Juta Lima Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Rupiah) yang diambil dari Anggaran APBD.

Pantauan media ini dilapangan, Kamis (2/2/2023) Jalan di GPI sudah banyak berlubang, bahkan kedalaman lubang mencapai 6-8 cm yang dapat mengakibatkan pekerjaan.

Jalan yang sudah berlubang di jalan GPI. (Foto: Ardy/Lintasutara.com).

Sebelumya juga jalan tersebut sudah memakan korban pengendara roda dua karena menabrak Alat berat milik PT. Manimporok Manguni Maesa yang diduga memarkir sembarang di ruas jalan GPI dan tidak memasan tanda rambu lalulintas.

Baca Juga:

Sebelumnya diberitakan oleh media ini diawal pengerjaan yang dimana saat pengaspalan Hotmix, lahan masih belum siap karena diguyur hujan sehingga penuh dengan genangan air tapi terus dilakukan pengaspalan.

Dibeitakan sebelumnya, Umur perkerasan aspal sangat ditentukan oleh Pelaksana Pekerjaan dan kepedulian petugas lapangan dalam mengawasi mutu pekerjaan.

Tentunya ini menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Kota Manado, karena harapan masyarakat sebagai pengguna jalan yang ingin menikmatinya dengan jangka waktu yang lama.

Pastinya untuk mendapakan kualitas baik dalam pengaspalan jalan Hotmix harus di kerjakan sesuai dengan panduan baku mutu teknis pengerjaan yang telah di atur.

Berbanding terbalik dengan pekerjaan yang telah dikerjakan di sepanjang jalan perumahan GPI Kecamatan Mapanget yang telah di kerjakan oleh oleh PT. Manimporok Manguni Maesa dengan anggaran Dana Desa diduga asal jadi

Bagaimama tidak, Landasan pengaspalan yang belum siap setelah diguyur hujan deras yang mengakibatkan adanyanya genangan air tetap di lakukan penghamparan dan pemadatan.

Selain itu, kondisi aspal yang terdiam ditengah guyuran hujan dari pukul 10.00 malam sampai pukul 07.00 pagi, stelah di ukur suhunya mencapai 170°c (derajat Celsius), sehingga diduga aspal yang digunakan yakni aspal hangus.

Sedangkan untuk jenis aspal dalam kondisi baik harusnya suhu atau temperatur yang tepat untuk aspal hotmix dalam setiap tahap pengerjaan pengaspalan jalan yakni 155 derajat dengan tolreansi 1 derajat.

Pencampuran benda uji marshall, rentang suhu aspal berada di angka 155 derajat celcius dengan toleransi 1 derajat lebih.
Pemadatan benda uji marshall, berada di kisaran 145 derajat celcius dengan toleransi 1 derajat lebih tinggi.

Pencampuran, aspal hotmix harus berada di dalam rentang 145 hingga 155 derajat celcius. Penuangan ke Truk, 135 – 150 derajat celcius. Pemasokan ke Asphalt Finisher, 130 – 150 derajat celcius. Pemadatan Awal, 125 – 145 derajat celcius.
Pemadatan Antara, 100 – 125 derajat celcius. Pemadatan Akhir, kurang lebih 97 derajat celcius.

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Dinas Pendidikan Sitaro Disebut Kena TGR Rp400 Juta, Muncul Dugaan Pemalsuan...

Sitaro

Deretan Nama Pejabat dan Kepala Sekolah yang Menempati Posisi Baru di...

Sangihe

Hardiknas yang Sunyi bagi Guru PPPK Paruh Waktu Sangihe

Suara Sangihe

Dari Rutan Manado, Bupati Sitaro Pertanyakan Dasar Audit Kerugian Negara Rp22,5...

Sitaro

Reinol Tumbio Buka Suara Soal Ketidakhadirannya di Pemeriksaan Kejati Sulut

Sitaro

Terkini