Rinny Tamuntuan dan Kasih Ibu Sepanjang Masa

Terbit:

Paulus serang

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey beberapa hari lalu melantik penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rinny Tamuntuan, pasca berakhirnya masa jabatan Bupati Jabes Ezar Gaghana periode 2017- 2022.

Meski menjadi penjabat bupati tidak melalui proses pemilihan langsung (by election) tetapi hanya ditunjuk (by appointed), Rinny Tamuntuan telah menorehkan tinta sejarah dalam perjalanan peradaban khususnya pemimpin daerah dengan luas wilayah 737 mยฒ terdiri dari 105 pulau ini.

Rinny Tamuntuan menjadi pemimpin perempuan pertama sejak tanah Tampungang Lawo (sebutan lain Sangihe) memiliki pemimpin (bupati) mulai Tahun 1947 dan beliau menjadi pemimpin ke-27 diusia Sangihe ke-597.

Sebagai pemimpin perempuan pertama, terbesit ekspektasi dari masyarakat agar dalam menakhodai kapal dari perbatasan ini dapat mengejawantahkan naluri seorang ibu dengan sifat dasar penyayang, kelembutan hati, memberikan rasa nyaman dan damai bagi anak- anaknya.

Baca Juga:

Sehingga kepemimpinan dengan naluri seorang ibu mampu menjembatani rasa yang terkoyak, menyambung benang persaudaraan yang putus, serat kasih terabaikan akibat dampak penajaman perbedaan politik yang sengaja masih ‘dipelihara’ oleh mereka yang konstruksi berpikirnya didahului dengan kebencian, dendam, iri, dengki, marah namun ngakunya cerdas intelektual tapi tidak cerdas emosional.

Darma seorang pemimpin tentu tidak mudah bukan juga berarti sulit ketika tongkat estafet yang digengam menjadi perekat kebersamaan, bumbu pemersatu maka kerja besar akan jadi kerja sama dalam mewujudkan Sangihe semakin sejahtera, aman, damai penuh cinta.

Kewajiban kita sebagai masyarakat dan anak mendukung, mengawal kerja keras, nyata dan cerdas serta menjadi tolok ukur kesuksesan pemimpin yang notabene seorang ‘ibu’ agar teguh dalam menghadapi persoalan, penyayang, penyabar namun tegas dan disiplin, bijaksana serta menjadi teladan.

Dalam memimpin pun Rinny Tamuntuan tidak hanya butuh dukungan dan apresiasi tetapi juga perlu kritik yang membangun manakala ada kebijakan dianggap kurang tepat, tetapi tentu harus disampaikan secara santun dibalut dalam falsafah “Somahฤ› Kai Kehagฤ›, Pantuhu Paka Saฤผฤ›ntiho”.

Sehinga filosofi “Kasih Ibu Sepanjang Masa” dalam lirik lagu berjudul Kasih Ibu Kepada Beta karangan SM Mocthar akan dibuktikan oleh waktu dalam lakon dan peran ibu Rinny Tamuntuan setahun kedepan memimpin etalase paling utara NKRI.

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Refleksi Hari Kartini: Juita Baraming, Perempuan Sangihe yang Menata Harapan Lewat...

Sangihe

Kadis PUPR Bitung Kuat Dugaan Hilangkan Proyek Jalan Lingkar Lembeh 4,8...

Daerah

Kantor PMD Sangihe Digeledah, Kejari Buru Dokumen Korupsi Dana Desa

Sangihe

Lebih dari Kunjungan Menteri: Membaca Arah Pembangunan Sitaro

Suara Redaksi

Panas di Internal PKB Sangihe! Dukungan Bulat PAC ke Ristam, Sahapudi...

Sangihe

Terkini